Minggu, 24 Mei 2020

LOMBA MENULIS OPINI

    Yo Yo Yo, ini gaes ada lomba yang tak kalah keren. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Perpustakaan Nasional RI, perpustakaan yang bermarkas, yaelah bermarkas, maksudnya berkantor di Jakarta sedang mengadakan lomba nih.

    Lombanya apa nih gaes?

    Lombanya menulis opini gaes. Jadi semacam artikel begitu terus kasih deh sudut pandang dirimu. Pokoknya pendapat kamu giti deh. Inget ya, menulis opini atau pendapatmu. Lalu temanya apa nih?
Lomba Menulis Opini

    Judul eh temanya tentang "Perpustakaan sebagai Simbol Peradaban dan Budaya Bangsa." Hum, sudah terbayang gaes, mau mengangkat tulisan apa? Tenang sekarang buat garis besar atau outline dulu. Coret coret deh, secara kasar dulu. Entar baru dibetulkan. Atau kamu tulis dulu saja deh, kemudian nanti didiamkan sebentar untuk edit or swasunting. Ah,pokoknya senyaman kamu deh.
    Sebab deadline masih cukup lama nih, masih tanggal 20 Juni 2020. Cukup lama waktunya untuk nulis sebanyak 1.200 kata kan? Berapa sih 1.200 kata itu? Kalau kamu nulis di atas kertas kuarot atau A4 ya sebanyak 4 lembar dengan spasi 1,5. Tidak banyak bukan?
    Dulu temanku ada nih yang lolos. Berhubung dia pergi ke Jakarta ada lomba dan aku juga ada lomba yang sama, bukan lomba perpustakaan nasional itu. Sebab aku tidak pernah tahu ada lomba perpustakaan nasional ini. Pada waktu itu aku hanya mengantar dia untuk ambil hadiah di perpustakaan nasional tersebut. Dia juara tiga atau harapan gitu, aku lupa. 
    Yang kutahu waktu itu ya hadiahnya. Dia mendapatkan hadiah sebesar 1,5 juta waktu itu. Eits jangan bilang satu setengah juga itu sedikit lho. Pada zaman, eh zamannya, waktu itu 1,5 juta itu cukup banyak. Dan itu sangat-sangat lumayan sekali. Why? Cos, kamu hanya nulis empat lembat dapat satu setengah juta. Itu artinya satu lembat dihargai empat ratus ribu rupiah, kurang lebih sih.
    Mana ada tulisan selembar dihargai segitu kalau tidak ikut lomba seperti itu. Wong lombanya tingkat nasional jadi ya hadiahnya tentu menggiurkan. Oke deh, pelajari ya dan jangan lupa ngirim. Entar kebanyakan mikir dan cari ide, eh tahu-tahu waktunya sudah berllau. Jadinya terlambat deh. 

SELEKSI PENULIS SEJARAH

   Hai hai gaes, ini ada info seleksi penulis sejarah gaes. Minat gaes? Oke, cek dan cermati ya, sebab tidak lama lagi akan ditutup nih, jadi buruan ya?
Bimtek
    Nanti kalau lolos tentu kalian harus mengikuti bimteknya (bimbingan teknis). Lho kan baru ada Corona? Tenang. Bimteknya ini daring atau online kok, jadi inshaalloh aman. Ikut saja gaes. Wong enggak ketemu kan? Lagian juga tetap di rumah jadi akan mengurangi kendala yang banyak. Bukankah sekarang ini baru digalakkan physical distancing, sehingga memang kita tidak perlu dekat-dekat dulu. Apalagi ketemuan di kerumunan, enggak boleh juga. Nah, untunngya seleksi ini lewat online sehingga ilmu dapat, karya dapet dan mungkin juga fee dapat. Kan lumayan di masa pandemi dapat pemasukkan yang tidak terduga. Inilah namanya work from home ha..ha. 
Deadline Lomba Menulis Sejarah

    Deadline tanggal 15 Juni 2020 gaes jadi sebentar lagi. Nah, pendaftaran kan online jadi mudah kok, cuma kamu harus mempersiapkan judul tulisanmu, tentu judul tulisan sejarah yang akan kamu angkat. Oiya, kamu juga disuruh mempersiapkan outline yang mau kamu tulis. Untuk info lebih lengkap, silakan baca ketentuan berikut ini.


    Perhatikan dengan seksama ya? Jangan sampai ada yang kelewat, sebab salah lihat info dan naskah sudah ready, eh ternyata infonya salah. Kan jadi nyesel dan jengkel. So cermati dengan baik ya gaes?
Ketentuan Lomba Penulis Sejarah
    Hampir lupa gaes, seleksi ini hanya diperuntukkan bagi kamu yang berusia 40 tahun ke bawah sampai usia 21 tahun. Jadi kalau usia kalian di rentang usia di atas, cus ikut saja gaes. Sayangnya aku enggak bisa ikut gaes, jadi ya sekadar kasih info saja dan berdoa, semoga kalian lolos mengikuti seleksi penulis sejarah Indonesia. Kan keren kalau bisa lolos.