Senin, 23 Februari 2015

Hari Raya Idul Adha

Proses Penyembelihan Hewan Qurban
Hari ini Selasa, tanggal 8 November 2011 SMPN 2 Bambanglipuro mengadakan acara penyembelihan hewan qur'ban. Nampaknya hal ini perlu diagendakan untuk dilakukan semua kelas baik kelas 7, 8 dan kelas 9 tiap tahun. Betapa anak-anak sangat menikmati acara. Lihat saja mereka mempersiapkan alat masak untuk memasak hewan qurban mereka. Dengan semangat 2011 mereka membawa kompor gas, peralatan dapur dan hiasan untuk penyajian. Sangat fantastik, semoga kita masih dapat bertemu lagi dengan Hari Raya Idul Adha. Memang hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 6 November 2011 tapi katanya sich kita masih dapat merayakan pada tanggal-tanggal tasryik, khususnya untuk penyembelihan hewan Qurban. Alhamdulillah ya...hari ini kita dapat mempersembahkan hewan sapi untuk dikorbankan, ini semua karena kerjasama yang baik antara para stake holder sekolah dan tentunya anak-anak. Anak-anak ayo...semangat buat masakan yang TOP BGT. Ok?
     Di samping ini adalah proses penyembelihan hewan Qurban, mau tau kenapa penulis tidak ada dalam foto? ya...betul karena penulis yang memfoto gambar tersebut sehingga tidak ada gambarnya. Harap maklum saja ya? Lagian juga ga penting - penting amat photo saya muncul. Biar penasaran maka saya tidak muncul he..he. Kalau dalam sebuah kisah film itu biasanya lakon itu muncul pada akhir - akhir kisahnya. Sebagai lakon gitulah, dia muncul seperti hero yang akan beraksi di akhir - akhir cerita sebagai orang yang ditunggu - tunggu. he..he.

MERINTIS CYBER CLASS DI SAAT LIBURAN

    Hal cukup menantang jika kita mampu menciptakan cyber class bagi siswa kita, apalagi jika dilakukan dalam masa - masa liburan. Artinya biarpun mereka baru libur tetapi ingat dengan materi pelajaran. Kalo bisa liburan yang edukatif sebab jika tidak dilakukan hal tersebut, banyak para guru yang mengeluh dengan sikap siswa setelah mereka libur panjang. Mereka, para siswa biasanya kalo habis liburan semangat belajarnya menurun, atau paling tidak kurang greget dalam belajar. Makanya hal seperti ini perlu menjadi perhatian kita semua sebagai guru. Apakah anda setuju? 
      Membuat cyber class bukan hal yang mudah tetapi juga bukan hal hal sangat sulit, tinggal kemauan untuk belajar. Kita tinggal pilih mau pakai aplikasi apa? Ada moddle, psikologi, Edmodo atau yang lain. Tinggal pilih mana yang sesuai untuk anda berdasarkan kemampuan dan kemauan. Yang jelas kalau bisa yang bisa digunakan untuk kelas tertutup, jangan terlalu terbuka seperti facebook atau twiteer. Kedua media sosial tersebut terlalu riskan digunakan untuk kelas maya. Kenapa? Karena ketika memberikan tugas atau penilaian maka hampir semua group yang tergabung akan mengetahui hasilnya. Sehingga tidak bisa menjamin kerahasiaan. Bagaimanapun kita perlu menjaga nama baik siswa kita dan juga harga dirinya. Kita tidak mungkin mempermalukan siswa kita di muka umum/ forum kan?
     Setelah anda memilih salah satu aplikasi di atas, silahkan pelajari dan sosialisasikan di kelas atau di depan para siswa. Setelah mereka mengetahui aturan - aturan dan teknik menggunakan maka pas hari libur anda bisa memulai meng-upload materi dan juga tugas - tugas. Alangkah baiknya juga jenis aplikasi ini yang dapat dihubungkan dengan mobile phone, khususnya SMS. Sehingga kalau ada tugas di share, maka siswa akan mengetahuinya melalui kiriman SMS yang diterima. Nantinya tidak ada lagi siswa yang beralasan tidak buka internet atau tidak tau kalau ada tugas yang diberikan secara online. Itulah kelebihan cyber class jika mau dilaksanakan, yang penting tetap kita juga harus menghormati liburan siswa. Tugas yang diberikan sesuaikan dengan kebutuhan dan tidak terlalu banyak menyita waktu siswa. Itu saja.

JALAN SEHAT SERAYU 2015


Istri and the Gank
Minggu, 22 Februari 2015, kampungku, Serayu mengadakan kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Karang Taruna "Tunas Harapan". Hari itu cukup meriah, karena hanya dengan uang Rp. 7.000,- sudah bisa ikut jalan sehat. Aku sendiri membeli 3 tiket utk keluargaku (aku, istri dan 1 anak). Pagi itu jam 07.00 WIB sudah banyak yang kumpul walaupun acara jalan sehat belum dimulai. Setelah jam menunjukkan jam 7.40 WIB acara mulai dibuka dengna pemotongan pita oleh bapak dukuh. Ga tau ide dari siapa itu, tetapi kayak latah dengan tradisi para pejabat Indonesia. Kalau tidak bisa dibilang lebay (baca: berlebihan). Tetapi biarlah memang begitulah Indonesia suka yang ceremonial berlebihan. Setelah pemotongan pita oleh bapak dukuh, acara dilanjutkan dengna jalan sehat. Jalan sehat mengambil rute jalan kampung,dari SD Serayu menuju dusun Sabrang Kali, Gedongan, melewati lapangan Trirenggo dan Jebugan kemudian kembali ke tempat semula. 
Tempat Pengumpulan Kupon Doorprize
     Kupon doorprize ternyata harus dimasukan dalam box yang berada di lapangan Trirenggo. Cukup cerdas aku rasa karena kalau dimasukan di tempat panitia, bisa - bisa cuma masukin tiket dan tidak ikut jalan sehat. Jadinya tidak sehat dunk. Kalau sudah begitu maka tidak berhasil dunk program pemerintah memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Ah..itu kan program pemerintah. Kembali ke progam pemuda yaitu jalan sehat, peserta cukup banyak bapak - bapak (yang ini tidak terlalu banyak), ibu - ibu nah ini yang banyak dan anak - anak. Anak - anak juga tidak terlalu banyak..wong mereka harus mempersiapkan diri untuk pintas di panggung kesenian. Panggung kesenian yang dipersiapkan untuk upacara HUT dan memeriahkan acara tersebut. 
   Setelah berjalan menurut rute yang ditentukan panitia, kami akhirnya sampai atau kembali ke tempat semula. Di tempat tersebut aku mendapat nasi kuning dan lauk - pauk serta segelas air mineral. Ya..lumayanlah untuk mengobati rasa lapar dan haus setelah berjalan kurang lebih 3 km. Setelah beberapa saat kami beristirahat, kegiatan selanjutnya segera dimulai. Hampir sama dengan acara dibelahan bumi manapun bahwa acara pertama adalah pembukaan. Kalau itu bukan tradisi luar negeri, maka hal itu menjadi tradisi di Indonesia. Seperti yang kita tau sambutan yang pertama dari ketua panitia, terus kepala dusun dan hiburan serta acara inti yaitu doorprize.
Ara in Action
Setelah sambutan - sambutan tadi, acara selanjutnya adalah hiburan tari - tarian dari anak - anak yang mengikuti les di paguyuban sekar pamujan. Sekar pamujan adalah semacam tempat les tetapi khusus untuk MC, Menyanyi dan Menari. Sekar pamujan ini sebenarnya didirikan belum lama, belum ada sebulan kayaknya, tetapi memang banyak anak - anak yang ikut les di situ. Jadi pada saat acara hiburan anak - anak, peserta tari dibagi dalam 2 kelompok: kelompok anak - anak TK kebawah dan anak - anak SD. Mereka semua menari dan menyanyi bersama - sama. Mereka nampak sangat menikmati.
    Setelah acara hiburan menari dan menyanyi selesai dilanjutkan dengan pengundian doorpirze. Untuk doorprize aku tidak pernah percaya bahwa namaku akan terpilih atau terpanggil. Belum pernah selama hidupku aku mendapat lotre atau undian. Aku ga tau kenapa. Mungkin namaku memang ga hoki atau memang Tuhan sayang padaku sehingga menjagaku agar tidak terkena barang - barang yang belum tentu kehalalannya. Kenapa tidak halal? Karena cara mendapatkannya dengan cara di lotre. Ok..kembali ke pengundian pertama, namaku atau nama keluarga ga ada yang muncul. Acara pengundian dihentikan dulu dengan diselingi hiburan, yaitu musik dangdut dengan penyanyi yang menurutku seksi. Mosok perempuan menyanyi memakai celana pendek sehingga seperti itulah. Wah..repot ini.
    Daripada menonton tontonan yang tidak baik untuk ditonton, aku memutuskan untuk pulang, sementara istri dan anak menungguinya. Mungkin menunggu doorprize. Aku akhirnya sampai rumah dengan berjalan kaki karena jarak rumah dan tempat acara tidak terlalu jauh. Beberapa saat kemudian istri dan anakku pulang menyusul sebelum acara selesai. Kita semua berada di rumah saja. Dari rumah kami (seolah -olah) mendengar nama kami di sebut. Tetapi biarlah daripada berlari - lari ke tempat acara dan sampai di sana sudah tidak bisa mengambil, karena terlambat, kami memutuskan untuk tetap bertahan di rumah. Tidak perlu mengejar doorprize, sebab bagi kami rejeki tidak akan tertukar. Jadi kalau sudah rejeki kita maka tidak ada orang yang mampu menahan atau menghentikannya. Itulah prinsip. Nah di sorenya, setelah acara selesai ada tetangga yang cerita bahwa memang nama kami di sebut dan katanya hadiah yang terakhir itu yang besar - besar. Jadi memang kami tidak beruntung dan kami tidak menyesal, memang itu bukan rejeki kami. Mungkin rejeki orang lain. TIdak ada penyesalan semua sudah ada garis hidup masing - masing. Benarkan?

DIMAS - DIAJENG SMPN 2 BAMBANGLIPURO (1)

Penulis dan Meilia (9E)
Setiap tanggal 20 tiap bulan, kabupaten Bantul mewajibkan para PNS (guru, TU dan Pegawai lain) untuk mengenakan pakaian tradisional. Nah bertepatan tanggal tersebut sekolah kita, SMPN 2 Bambanglipuro juga mengadakan pemilihan Dimas dan Diajeng tahun 2015. Hal tersebut dilakukan untuk memilih para kandidat yang mampu menjadi duta promosi SMP 2 Bambanglipuro. Yang nanti tugasnya adalah mempromosikan kelebihan dan keunggulan SMP kita dibandingkan dengan SMP - SMP yang lain. Mereka, para duta promosi akan mengiklankan SMP 2 Bambanglipuro pada siswa Sekolah Dasar.
     Hari itu sangat istimewa berhubung tanggal tersebut, kita mengadakan acara di atas, bertepatan dengan berdirinya kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Oleh karena itu hampir semua para pegawai di lingkungan pemerintahan Yogyakarta, mengenakan pakaian tradisional.
Penulis dan para fans
Nampak pagi itu para siswa bersemangat mengenakan pakaian tradisional. Ada yang memakai kebaya untuk yang putri dan yang putra mengenakan surjan. Tak lupa para putri mengenakan sandal selop, ada juga yang semangat sekali sampai merias wajah bak para pengantin putri. Malah ada juga yang mengenakan sanggul di rambutnya dan memasang bulu mata. Ah..pokoknya seru sekali.
      Para lelaki juga tak mau kalah, mereka memasangkan keris di pinggangnya, menambah gagah penampilan. Namun keseruan tersebut juga tidak terus meninggalkan jam pelajaran yang menjadi menu wajib. Mereka tetap mengikuti pelajaran sampai jam 8 pagi. Kata para guru, katanya sih, walaupun ada pelajaran para siswa tidak bisa konsen, mungkin terlalu bersemangat. Namun tak apalah yang penting mereka tetap ingat pelajaran Kemudian dilanjutkan seleksi para calon duta promosi dan Dimas Diajeng. Para juri memasuki setiap dan memilih para kandidat dengan cara mengamati secara fisik atau penampilan. Mereka memasangkan putri dan putra yang ada di kelas tersebut. Setelah selesai mendata dan memilih para calon. Mereka kembali ke kantor guru untuk membuat skema penilaian lanjutan. Mereka dipasangkan dengan kriteria para juri, jadi tidak boleh memilih sendiri pasangan yang dikehendaki. Semua ada aturan main sendiri, tidak boleh sembarangan. Ada tekniknya.
Kelas 9E in action with me
      Akhirnya jam 8 tepat mereka apel pagi, dengan berkumpul di halaman sekolah. Setelah sambutan sekilas dari bapak kepala SMPN 2 Bambanglipuro, Drs, Surur dilanjutkan pengumuman - pengumuman tentang kegiatan belajar mengajar hari itu dan juga di minggu - minggu berikutnya. Dan acara puncaknya..mungkin yang ditunggu - tunggu dan membuat acara semakin meriah yaitu acara Catwalk. Para kandidat duta promosi tadi diminta untuk berjalan di depan para siswa - siswi. Suasan menjadi gemuruh dan meriah dengan teriakan dan gelak tawa. Banyak para duta promosi yang cukup PD berjalan berdua tetapi ada juga yang masih malu - malu terutama, anehnya, yang putra. Padahal yang putri sudah bersemangat mau menggandeng tetapi yang putra menolak mentah - mentah. Saat itu ada banyak kandidat sehingga berjalan agak lama dan saat itu juga ada wartawan, koran maupun televisi, yang ikut meliput acara di SMPN 2 Bambanglipuro. Ah..andaikata tahun depan kita ulang lagi pasti sangat berkesan untuk para guru maupun para siswa.