Jumat, 29 Mei 2020

STRATEGI KBM "NEW NORMAL" DI TENGAH COVID 19

    
Guru Mengajar di Kelas
Guru Mengajar di Kelas
Di tengah pandemi Covid 19, pemerintah mau melaksanakan pembelajaran di bulan Juli, tepatnya di tahun ajaran baru. Hum, bagaimana pendapat kalian? Khawatir? Was was dan itu termasuk ide gila? Iya, sih sedikit gila. Namun lebih gila mana bila sekolah dimulai pada bulan Januari, itu artinya para siswa kehilangan satu semester. 
 Mereka kehilangan kesempatan setengah tahun untuk mendapatkan legalitas sebagai siswa yang telah tuntas belajar. Rapor atau Ijazah yang semestinya mereka terima, harus mereka tunda untuk pendapatkannya. 
        Dan itu artinya mereka kehilangan masa sekolah dan usianya terbuang setengah tahun.

      Sebagai orangtua juga khawatir melepaskan anaknya ke sekolah, begitu pun guru saat berangkat ke sekolah. Apa yang mesti dipersiapkan, apa yang mesti dilakukan. Apa tetap masuk tetapi belajar dari rumah? Kalau masih memberlakukan pembelajaran online, maka guru harus mampu mesetting atau membuat pembelajaran yang unik, menarik dan bermakna. Sebab tanpa kreativitas guru, pembelajaran di rumah atau daring akan menimbulkan kebosanan dan skeptis bagi orangtua.  
   Bagaimana pula dengan pembelajaran di masa New Normal ini?
    Apakah menggunakan daring atau kita harus masuk kelas dan melakukan pembelajaran tatap muka. Padahal kalau bertemu langsung kita harus menjaga jarak, memakai masker dan protokol kesehatan lainnya. Yakinlah itu tidak mudah. Apalagi memberikan pemahaman kepada para siswa, para ABG dan remaja saat ini. Tentu mereka akan lebih bangga kalau dibilang lebih kuat, lebih kebal dan tanpa protokol kesehatan yang disarankan. 

    Hal-hal seperti ini yang perlu kita atasi sehingga pembelajaran tetap berjalan tanpa merugikan masa belajar dan masa usia mereka.

Oleh karena itu, biar tidak bingung ada baiknya pelajarai dahulu beberapa saran dan pedoman dari para praktisi dan pakar di bidang pendidikan. Apa saja yang bisa dipelajarai? Check these files: 
  1. Manajemen Sekolah di Masa New Normal
       File ini membahasa bagaimana memenage sebuah sekolah di masa baru nanti. Apakah yang perlu dilakukan dan apa yang perlu dipersiapkan? Hal-hal seperti ini yang perlu kita ketahui bersama. 
           Dalam file ini dibahas tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran di sekolah sebagai contoh, pembelajaran hanya 2 hari dan 3 hari lainnya di rumah. Bagaimana mengatur meja dan kursi dan sebagainya. Biar tidak spoiler dan salah ketik, mending pelajari sendiri deh, biar afdol dan mantap. 
        Ini dilaksanakan apabila nanti pengumuman dan ketentuan kita tetap belajar dari rumah, maka file ini bermanfaat untuk dipedomani. Dengan panduan ini diharapkan pembelajaran kita tidak terlalu melenceng dan sesuai harapan para stake holder. 
      Pengelolaan pembelajaran di masa ini paling ideal adalah moda daring. Hal ini dilakukan agar bisa menjaga kesehataan semua, baik guru maupun peserta didik. Oleh karea itu guru harus tanggap dan mampu mensikapi keadaan tersebut. Ah, lebih jelasnya ada di file di atas ya?

    Sebenarnya masih ada beberapa file yang bisa mendukung pelaksanaan pembelajaran di "New Normal" ini dan semua sah sah saja asal tetap menjaga keselamatan perserta didik dan warga masyarakat. Kreatif boleh, inovasi harus tetapi keselamatan itu lebih diprioritaskan. Apapun keputusan sekolah kita nanti, kita tetap harus melaksanakan. Bukankah kita diamanah untuk mematuhi aturan dan melaksanakan sebaik mungkin. Yang penting tujuannya baik dan caranya baik, sepakat? :D 

Senin, 25 Mei 2020

KURIKULUM PERUBAHAN DI MASA COVID 19

    Siapa sih yang menginginkan suasana seperti ini? Enggak ada kan? Suasana yang mencengkam. Keluar rumah harus dengan beberapa aturan yang tidak mengenakan. Kalau dulu keluar rumah saat mengendarai sepeda motor, cukup membawa surat kendaraan dan helm, nah sekarang harus nambah yang dibawa.

Kita harus membawa masker dan sanitiser.

    Begitu pun saat di sekolah. Kalau dulu ya datang ke sekolah, mengajar dan pulang. Eh, bukan pulang ding, menunggu sampai waktu sekolah selesai. Jadi tetap sebagai guru yang baik, menunggu anak-anak pulang duluan. Masak kita sudah pulang duluan sementara anak-anak masih di sekolah menunggu bel pulang. Ah, enggak profesional kalau seperti itu.

    Nah, kalau suasana sekolah seperti itu, semua serba online, ketemu siswa tidak boleh, berkumpul banyak orang tidak boleh dan bercapek-capek ria juga tidak boleh. Sebab kita harus menjaga imun kita, menjaga kekebalan kita. Jadi yang bisa diperbuat ya pembelajaran menyesuaikan. Apa yang disesuaikan?

Of course, kurikulum.

    Kurikulum mesti disesuaikan dengan kondisi. Apa saja yang mesti disiapkan? Dan apa saja yang harus dinilaikan ke pengawas? Kan tentu kurikulum sekolah tidak bisa sekadar isinya doang, harus memuat semuanya, dari A sampai Z. So apa yang perlu disiapkan? 

  1. Intrumen Verifikasi Kurikulum 
  2. Cover KTSP
  3. Rekomendasi KTSP oleh Pengawas
  4. Lembar Pengesahan
  5. Isi Kurikulum Perubahan
  6. Kalender Pendidikan Sekolah
  7. SK Tim Pengembang Kurikulum (Mohon dicek kembali konsideran/dasar hukumnya)
    Itulah tujuh item yang perlu kita siapkan dikala kita ingin melegalkan KTSP sekolah. Seperti yang kita ketahui bahwa nanti setelah berkas lengkap, kita tinggal bawa ke dinas pendidikan setempat atau dikpora untuk dimintakan tanda tangan. 
    
    Setelah ditanda tangani terus terang itu sudah sah dan akurat untuk digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Jadi prosedurnya harus begitu ya, meskipun itu KTSP perubahan yang berlaku hanya sekitar tiga atau empat bulan saja. Namun demi berjalannya KBM yang baik, efektif dan efisien maka hal-hal di atas harus kita lakukan.

    Oke, prens sementara postingan kali ini, itu saja ya, semoga bermanfaat dan jangan lupa sering sering tengok blog ini ya, sebab saya akan selalu meng-update info guru dan lomba. Jadi DON'T MISS IT. See  you.

    Untuk administrasi guru terkait covid 19 dan pembelajaran jarak jauh bisa klik tautan ini administrasi guru online. Di link ini kamu bisa dapatkan administrasi yang berhubungan dengan pembelajaran jarak jauh. 

Minggu, 24 Mei 2020

LOMBA MENULIS OPINI

    Yo Yo Yo, ini gaes ada lomba yang tak kalah keren. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Perpustakaan Nasional RI, perpustakaan yang bermarkas, yaelah bermarkas, maksudnya berkantor di Jakarta sedang mengadakan lomba nih.

    Lombanya apa nih gaes?

    Lombanya menulis opini gaes. Jadi semacam artikel begitu terus kasih deh sudut pandang dirimu. Pokoknya pendapat kamu giti deh. Inget ya, menulis opini atau pendapatmu. Lalu temanya apa nih?
Lomba Menulis Opini

    Judul eh temanya tentang "Perpustakaan sebagai Simbol Peradaban dan Budaya Bangsa." Hum, sudah terbayang gaes, mau mengangkat tulisan apa? Tenang sekarang buat garis besar atau outline dulu. Coret coret deh, secara kasar dulu. Entar baru dibetulkan. Atau kamu tulis dulu saja deh, kemudian nanti didiamkan sebentar untuk edit or swasunting. Ah,pokoknya senyaman kamu deh.
    Sebab deadline masih cukup lama nih, masih tanggal 20 Juni 2020. Cukup lama waktunya untuk nulis sebanyak 1.200 kata kan? Berapa sih 1.200 kata itu? Kalau kamu nulis di atas kertas kuarot atau A4 ya sebanyak 4 lembar dengan spasi 1,5. Tidak banyak bukan?
    Dulu temanku ada nih yang lolos. Berhubung dia pergi ke Jakarta ada lomba dan aku juga ada lomba yang sama, bukan lomba perpustakaan nasional itu. Sebab aku tidak pernah tahu ada lomba perpustakaan nasional ini. Pada waktu itu aku hanya mengantar dia untuk ambil hadiah di perpustakaan nasional tersebut. Dia juara tiga atau harapan gitu, aku lupa. 
    Yang kutahu waktu itu ya hadiahnya. Dia mendapatkan hadiah sebesar 1,5 juta waktu itu. Eits jangan bilang satu setengah juga itu sedikit lho. Pada zaman, eh zamannya, waktu itu 1,5 juta itu cukup banyak. Dan itu sangat-sangat lumayan sekali. Why? Cos, kamu hanya nulis empat lembat dapat satu setengah juta. Itu artinya satu lembat dihargai empat ratus ribu rupiah, kurang lebih sih.
    Mana ada tulisan selembar dihargai segitu kalau tidak ikut lomba seperti itu. Wong lombanya tingkat nasional jadi ya hadiahnya tentu menggiurkan. Oke deh, pelajari ya dan jangan lupa ngirim. Entar kebanyakan mikir dan cari ide, eh tahu-tahu waktunya sudah berllau. Jadinya terlambat deh. 

SELEKSI PENULIS SEJARAH

   Hai hai gaes, ini ada info seleksi penulis sejarah gaes. Minat gaes? Oke, cek dan cermati ya, sebab tidak lama lagi akan ditutup nih, jadi buruan ya?
Bimtek
    Nanti kalau lolos tentu kalian harus mengikuti bimteknya (bimbingan teknis). Lho kan baru ada Corona? Tenang. Bimteknya ini daring atau online kok, jadi inshaalloh aman. Ikut saja gaes. Wong enggak ketemu kan? Lagian juga tetap di rumah jadi akan mengurangi kendala yang banyak. Bukankah sekarang ini baru digalakkan physical distancing, sehingga memang kita tidak perlu dekat-dekat dulu. Apalagi ketemuan di kerumunan, enggak boleh juga. Nah, untunngya seleksi ini lewat online sehingga ilmu dapat, karya dapet dan mungkin juga fee dapat. Kan lumayan di masa pandemi dapat pemasukkan yang tidak terduga. Inilah namanya work from home ha..ha. 
Deadline Lomba Menulis Sejarah

    Deadline tanggal 15 Juni 2020 gaes jadi sebentar lagi. Nah, pendaftaran kan online jadi mudah kok, cuma kamu harus mempersiapkan judul tulisanmu, tentu judul tulisan sejarah yang akan kamu angkat. Oiya, kamu juga disuruh mempersiapkan outline yang mau kamu tulis. Untuk info lebih lengkap, silakan baca ketentuan berikut ini.


    Perhatikan dengan seksama ya? Jangan sampai ada yang kelewat, sebab salah lihat info dan naskah sudah ready, eh ternyata infonya salah. Kan jadi nyesel dan jengkel. So cermati dengan baik ya gaes?
Ketentuan Lomba Penulis Sejarah
    Hampir lupa gaes, seleksi ini hanya diperuntukkan bagi kamu yang berusia 40 tahun ke bawah sampai usia 21 tahun. Jadi kalau usia kalian di rentang usia di atas, cus ikut saja gaes. Sayangnya aku enggak bisa ikut gaes, jadi ya sekadar kasih info saja dan berdoa, semoga kalian lolos mengikuti seleksi penulis sejarah Indonesia. Kan keren kalau bisa lolos.