Jumat, 19 Juni 2015

JAVA INTERNASIONAL LIBRARY : PERPUSTAKAAN BERGAYA LOKAL TETAPI KUALITAS INTERNASIONAL



 Oleh : Joko Sulistya, M.Pd*)

Perkembangan pesat perpustakaan di berbagai daerah perlu kita syukuri karena hampir di tiap kecamatan bahkan setiap dusun telah berdiri perpustakaan. Di samping pesatnya perkembangan perpustakaan, sekarang juga mucul berbagai bentuk atau model perpustakaan. Ada model perpustakaan berbasis komunitas yang beranggotakan masyarakat dari berbagai tingkat usia, pendidikan dan latar belakang, perpustakaan berbasis pengetahuan, perpustakaan berbasis pasar, yang intinya koleksi buku disediakan berdasarkan permintaan atau keinginan pasar (baca:pemustaka) dan lain – lain.  Dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, peran perpustakaan sangatlah penting. Perpustakaan dapat menjadi jembatan bagi para pencari sumber pengetahuan dan ketrampilan. Perpustakaan bukan lagi monopoli orang – orang intelek atau berpendidikan tetapi hampir semua golongan dapat menimba ilmu di perpustakaan. Pengusaha kecil, peternak, petani, dan profesi-profesi yang lain dapat mencari pengetahuan di perpustakaan karena perpustakaan dapat menyajikan dan menyediakan bacaan yang mereka inginkan. Jika mereka tidak menemukan di perpustakaan dusun, mereka dapat mencari perpustakaan di tingkat daerah dan provinsi. Kalaupun mereka belum menemukan yang mereka cari, mereka dapat mengakses internet yang telah disediakan di perpustakaan secara gratis.
 Sekarang perpustakaan telah berkembang demikian maju, perpustakaan tidak hanya menyediakan hard copy atau buku tetapi sarana untuk mengakses soft copy termasuk akses internet telah mereka sediakan.  Namun sayangnya masih banyak perpustakaan yang belum mengindahkan tentang pentingnya pelayanan prima (excellent service) sehingga kelengkapan koleksi buku dan kecanggihan sarana-prasarana yang disediakan kurang berarti. Malah bisa-bisa para pengunjung kecewa dan antipasti dengan perpustakaan karena keramahan dan profesionalisme pustakawan tidak dijaga dan ditingkatkan. Oleh karena itu, peningkatan dan pengembangan perpustakaan tidak hanya sarana – prasarana tetapi juga sumber daya manusia (SDM) yang ada di perpustakaan. Sebelum kita membahas tentang pengembangan perpustakaan yang sesuai dengan kekhasan daerah masing – masing, ada baiknya kita membahas tentang pengertian dan model perpustakaan yang ada terlebih dahulu.
A.    Pengertian perpustakaan
Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, Perpustakaan Nasional adalah lembaga pemerintah non departemen yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan di ibukota negara. Bagi perpustakaan nasional mungkin hal itu tidak menjadi kendala karena terpenuhinya sumber dana, sarana-prasaran dan sumber daya manusia (SDM) sehingga tidak menjadi masalah seandainya perpustakaan nasional memiliki berbagai fungsi. Tetapi untuk perpustakaan yang berada di tingkat bawah, alangkah baiknya jika mengkhususkan diri pada salah satu fungsi dengan mengoptimalkan koleksi dan SDM. Dengan banyaknya fungsi perpustakaan memberikan kesempatan kepada para pengelola untuk mengembangkan perpustakaan atau kalau tidak mungkin pengelola perpustakaan dapat menfokuskan diri kepada salah satu fungsi perpustakaan. Ciri khas sebuah perpustakaan, baik koleksi buku maupun sarana-prasaran akan menjadi nilai lebih dan daya tarik bagi para pengunjung.
Darmono (2001:2) mengemukakan bahwa Perpustakaan pada hakekatnya adalah pusat sumber belajar dan sumber informasi bagi pemakainya. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan informasi artinya bahwa perpustakaan tidak harus selalu berupa koleksi buku semata, tetapi dapat ditambah dengan koleksi – koleksi yang dapat melengkapi kekhasan perpustakaan itu sendiri. Misalnya perpustakaan berfungsi sebagai perpustakaan penelitian maka di dalam perpustakaan tersebut berisi hasil – hasil penelitian dan juga koleksi buku yang dapat dijadikan referensi untuk penelitian tersebut. Sementara Wafford (2001) menterjemahkan perpustakaan sebagai salah satu organisasi sumber belajar yang menyimpan, mengelola dan memberikan layanan bahan pustaka baik buku maupun non buku kepada masyarakat tertentu maupun masyarakat umum.
B.     Model – model perpustakaan
Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari satu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya.
Perpustakaan yang berbasis pasar akan memberikan nuansa yang sangat beerbeda pada perpustakaan. Karena pelayanan akan diberikan berdasarkan kebutuhan pengguna. Biasanya pelayanan pada perpustakaan hanya berdasarkan keinginan pengelola perpustakaan, namun apabila dilaksanakan berbasis pasar maka pelayanan akan diberikan berdasarkan kebutuhan, permintaan, dan keinginan customer. Sebagai contoh kecil adalah penyediaan buku pada perpustakaan di sebuah perguruan tinggi.
C.     Pengembangan perpustakaan
Blasius Sudarsono dalam bukunya “Antologi Kepustakawan Indonesia” mengatakan bahwa pembangunan perpustakaan umum di Indonesia masih sangat lemah (Sudarsono, 2006 : 164).
1.      Sumber Daya Manusia (SDM) atau Pustakawan
Sumber daya manusia di perpustakaan dapat terdiri dari pustakawan, tenaga administrasi dan operator komputer yang senantiasa selalu ditingkatkan kualitasnya dengan diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan, seminar-seminar, loka karya, workshop dan kongres dibidang perpustakaan maupun disiplin ilmu yang relevan.Pemakaaian seragam pegawai bagi pustakawan baik dan sah – sah saja tetapi untuk menunjukkan eksistensi kelokalan maka alangkah baiknya jika pustakawan menggunakan pakaian adat. Sebagai contoh untuk pustakawan di Jogjakarta, pustakawan memakai pakaian adat jawa; laki – laki mengenakan blangkon dan sorjan dan perempuan menggunakan kebaya. Alangkah elegan dan indahnya dipandang mata. Kalau DKI saja berani mewajibkan para pegawai pemerintah memakai pakainan adat betawi, masak kita tidak dapat mewajibkan para pegawai perpustakaan memakai pakaian tradisional. Di samping itu, para petugas dapat memberikan contoh dan model pakaian jawa kepada para generasi muda atau pemustaka yang datang ke perpustakaan. Namun pakaian jawa yang kelihatan pemakaiannya ribet dapat di antisipasi dengan membuat model yang praktis dan simpel tetapi tidak mengurangi esensi pakaian tersebut.
Di samping itu, Endraswara (2003) mengatakan bahwa watak dasar orang Jawa adalah sikap nrima. Nrima adalah menerima segala sesuatu dengan kesadaran spiritual-psikologis, tanpa merasa nggrundel (menggerutu karena kecewa di belakang).orang Jawa begitu menjunjung tinggi sifat keramahtamahan dan nilai kerukunan antar sesama sehingga begitu menghindari konflik demi mencapai kedamaian dalam hidup (Suseno, 2001).Bratawijaya (1997) mengatakan bahwa orang Jawa dikenal memiliki sikap yang lamban, tidak mau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan, sopan santun, lemah lembut, ramah dan sabar.

2.      Sarana Prasarana
Untuk sarana dan prasarana yang ada di perpustakaan baiknya diciptakan sebagai tempat dan sumber belajar sehingga dari luar harus sudah memberikan kesan dan ciri khas sebuah gedung perpustakaan  daerah tertentu. Oleh karena untuk saran dan prasarana, penulis membagi dalam beberapa bagian seperti:
a)      Gedung atau bangungan perpustakaan
Gedung perpustakaan harus yang benar-benar dirancang untuk perpustakaan, dimana lokasinya harus strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat penggunanya serta diperlengkapi dengan sarana dan fasilitas pendukung seperti aula, ruang layanan, ruang pengolahan, ruang staf dan pimpinan, toilet, areal parkir yang memadai dan memperhatikan kenyamanan pengguna untuk membaca.
Untuk gedung mungkin tulisan ini agak terlambat atau kalau memungkinkan dipugar kembali, penulis menyarankan untuk membuat gedung yang bercirikas lokal. Kalau perpustakaan di Jogjakarta, maka baiknya gedungnya berbentuk joglo dengan arsitektur jawani. Pemberian hiasa janur- janur dan beraneka ketrampilan tangan dari daun kelapa tersebut dapat dijadikan hiasan menambah kesan adat dan budaya Jawa. Kita dapat mencontoh budaya yang ada di pulau Bali, hampir semua tempat memberikan corak dan ciri khas bali, entah itu bentuk bangungan/gedung maupun hiasan – hiasan yang lain. Untuk itu alangkah baiknya jika di Jogjakarta juga menerapkan model gedung berciri Jogjakarta. Ini juga sebagai sumber belajar para generasi muda dalam memahami bentuk bangungan daerah tertentu.
b)      Cafe atau mini resto dalam perpustakaan
Penulis berpendapat bahwa tidak tabu untuk membiarkan para pengunjung membawa makanan dan minuman. Malah kalau perlu pihak perpustakaan membuka sebuah cafe atau mini resto yang menyediakan  makanan d  dan minuman ringan. Cafe ini berada di dalam gedung perpustakaan dengan model self service. Para pengunjung dapat mengambil dan melayani sendiri karena ini merupakan bagian dari kantin kejujuran. Dengan harapan bahwa perpustakaan juga ikut andil dalam membangun karakter bangasa yang jujur dan berani. Pendapatan cafe ini akan selalu di audit setiap minggu dan diinformasikan kepada para pengujung tentang hasil dari cafe kejujuran tersebut. Apakah cafe mengalami keuntungan atau kerugian dalam berniaga? Jangan lupa juga ucapkan juga terimakasih kepada pengunjung atas kejujurannya berbelanja di cafe kejujurannya.Perpustakaan Sebagai Lembaga Nirlaba Perpustakaan sebagai lembaga informasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak menitikberatkan pada pencarian keuntungan materi. Mari bersama – sama kita ciptakan generasi penerus yang jujur dan berani.
c)      Interior dan eksterior perpustakaan
Interior yang ada di perpustakaan baiknya dihias dengan ciri khas Indonesia atau kedaerahan seperti untuk Jawa bisa dengan memberikan wayang geber atau berjejernya beberapa wayang di sudut perpustakaan. Nah kalau memungkinkan juga dipajang beberapa gamelan di dalam gedung perpustakaan dengan diberikannya tulisan nama gamelan tersebut. Untuk nguri-nguri kesenian tradisional, khususnya karawitan, pihak perpustakaan dapat memberikan kursus atau diklat nabuh gamelan pada waktu – waktu tertentu. Dengan cara tersebut maka perpustakaan dapat sebagai sumber belajar dan sekaligus pelestari kesenian Jawa.

3.      Pelayanan atau service
Layanan perpustakaan dapat berupa layanan terbuka (open acces) dan layanan tertutup (closed acces). Sedangkan sistem layanan untuk perpustakaan umum ada baiknya diterapkan adalah sistem layanan terbuka (open acces). Sementara itu fasilitas-fasilitas yang perlu diberikan oleh perpustakaan untuk dapat dikatakan ideal adalah : (a) layanan otomasi, (b) layanan foto copy, (c) layanan pandang dengan (audio visual), (d) layanan hotspot (wifi) internet, (e) layanan untuk orang dengan kondisi khusus (cacat).
a)      Peminjaman
komputer dalam otomasi perpustakaan ini terdiri dari : (a) Sistem akuisisi dan pemesanan bahan pustaka, (b) Sistem sirkulasi, (c) Sistem pengatalogan, (d) Kontrol terbitan berseri. Sedangkan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan atau dipilih diantara yang beredar di pasaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial perpustakaan itu sendiri. Perangkat lunak itu antara lain adalah NCI-Bookman, INMAGIC, LIBRARIAN, Micro CDS/ISIS ataupun versi Windowsnya yaitu Winisis, VTLS, TINLIB dan lain-lain. Penerapan komputer atau otomasi perpustakaan tentulah berdasarkan pertimbangan terhadap kemampuan komputer yang sangat cepat dan tepat dalam pekerjaan yang sering dan selalu berulang-ulang. Sehingga dengan menggunakan komputer biaya pengerjaannya akan lebih murah dibanding dengan tenaga manusia (Davis, 1986:43).Fungsi Deposit Sesuai arti kata deposit yakni menyimpan, maka perpustakaan merupakan tempat menyimpan informasi yang dibutuhkan oleh para pemakai. Fungsi penyimpanan yang dimaksudkan menyimpan informasi yang telah dikemas dalam berbagai bentuk kemasan. Pada umumnya orang mengenal perpustakaan sebagai tempat menyimpan buku, akan tetapi perkembangan saat ini, informasi dapat dikemas dalam bentuk CD atau VCD.
b)      Menjalin komunitas
Menurut pasal 12 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, tentang Perpustakaan, menyebutkan bahwa perpustakaan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka. Tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan jumlah pemustaka yang dapat dilayani dan meningkatkan mutu layanan perpustakaan.Untuk menjalin kerjasama dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu yang formal atau informal. Menjalin kerjasama secara formal adalah dengan menjalin kerjasama dengan warga sekolah dan warga masyarakat. Kerjasama secara informal yaitu dengan menjalin kerjasama dengan para pengguna facebook atau twitter. Ketika para pengunjung datang dan meminjam buku, pustakawan dapat meminta alamat facebook atau twitter untuk menjalin kerjasama di kemudian hari. Dengan fasilitas tersebut pustakawan dapat menginformasikan tentang buku – buku baru dan info – info yang berhubungan dengan perpustakaan seperti lomba yang diadakan perpustakaan pusat atau perpustakaan daerah.
c)      Peningkatan promosi dan publikasi
fungsi publikasi ini dapat dimaksimalkan sebagai media komunikasi informasi, agar hasil karya sivitas akademik dikenal dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Perpustakaan perlu menambah tenaga kerja yang mahir menangani Teknologi Informasi. Tujuannya adalah meningkatkan promosi dan publikasi karena bagaimanapun sebuah lembaga atau instanti perlu terus melakukan promosi dan publikasi atas kegiatan – kegiatannya.
Kesimpulan
Gambaran dan impian tersebut yang terangkum di bawah ini antara lain adalah : (1) gedung dan bangunan yang megah atau mewah dengan sejumlah ruangan yang memadai, (2) para pegawai yang bersemangat, berintegritas, berdisiplin dan menjiwai serta loyal kepada pekerjaan, (3) lokasi yang strategis dengan lahan yang luas dan mudah diketahui masyarakat dan mudah dijangkau pengunjung disertai sejumlah papan penunjuk, (4) sarana dan prasarana yang memadai, perlengkapan/inventaris kantor yang baik dan standar, seperti meubiler, alat transportasi, dan beberapa mesin untuk mendukung pelaksanaan aktivitas organisasi, (5) sumber informasi (koleksi) bahan pustaka yang relatif lengkap, bervariasi, bermutu dan jumlah yang memadai dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (up to date), (6) tersedia dan dilengkapi penerapan teknologi, terutama teknologi informasi, dan (7) sistem, prosedur dan mekanisme kerja yang baik (Supriyanto, 2006 : 28).


Daftar Pustaka:
Darmono, Manajemen dan Tata Perpustakaan Sekolah (Cet. I; Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2001), h. 2
Sudarsono, Blasius.2006. Antologi Kepustakawanan Indonesia. Jakarta : Pengurus Pusat IPI bekerja sama dengan Sagung Seto
Davis, William S.. 1986. Sistem pengolahan informasi. Jakarta : Erlangga.


LAPORAN WORKSHOP LPIR



 “Workshop Pembinaan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja”
Oleh Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
           



                            

         Surat Tugas dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor: 800/11594 tertanggal 5 Desember 2013 tentang Tugas mengikuti Workshop Pembinaan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja oleh Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


                            

Hari                 : Jum’at s/d Senin
Tanggal           : 13 s/d 16 Desember 2013
Tempat            : Hotel Kusuma Sahid Solo
                          Alamat Jl. Sugiyopranoto No.20 Telp (0274) 646356






1.      Prof. Dr. Ir. H. Wahyuddin Latunreng dari Ketua Dewan Juri LPIR Kemendikbud (HP:0816888669/081399950664 pin 25e67dc9)
2.      Prof. Baharudin Tappa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (HP: 08129221687) dan E-mail : btappa@yahoo.com
3.      Ir. Mohammad Zainudin, M,Eng dari Direktorat Paten, Ditjen HKI, Kementerian Hukum & HAM RI (HP: 08128214719) mzaind2003@yahoo.com
4.      Agus, Ph.D dari Dosen UPI dan juga sebagai Juri LPIR bidang IPS dan Kemanusiaan
5.      Iroh Siti Zahroh, S.Pd, M.Pd dari LPMP Banten juga sebagai Juri LPIR bidang IPS dan Kemanusiaan (HP: 081384774565) dan E-mail :  tenri_adhiza@yahoo.co.id.
6.      Prof. Hertien Koosbandiah Surtikanti dari Dosen UPI dan juga sebagai Juri LPIR bidang IPA dan Lingkungan (HP: 0811217034) dan E-mail:hertien_surtikanti@upi.edu
7.      Agung Widodo dari Juri Lomba Karya Jurnalistik Siswa
8.      Tim Indo Karakter sebagai motivator






Workshsop Pembinaan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat SMP diikuti para guru SMP perwakilan dari provinsi berjumlah 198 orang dengan kualifikasi dan rincian sebagai berikut :
1.      Berkualifikasi IPS dan Kemanusiaan : 66 orang
2.      Berkualifikasi IPA dan Lingkungan : 66 orang
3.      Berkualifikasi Pengetahuan Teknik dan Rekayasa : 66 orang





No
Hari/Tanggal
Pukul
 Catatan Kegiatan
1
Jum’at, 13 Desember 2013
19.30 – 21.00
Upacara Pembukaan oleh Wakil Dirjen Dikdas Dir. PSMP dan dilanjutkan pembekalan materi LPIR oleh Bp. Prof. Dr. Ir. H. Wahyuddin Latunreng dari ketua Dewan Juri Kemendikbud.
2
Sabtu, 14 Desember 2013
08.00 – 09.00
Penjelasan Teknis oleh Panitia
09.00 – 11.00
Penjelasan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) oleh Direktorat Haki, Bp. Ir. Moh Zainudin, M.Eng dan untuk hasil karya yang sudah dipatenkan dapat dilihat di http://www.dgip.go.id
11.00 – 11.15
Istirahat
11.15 – 13.00
Pembinaan LPIR oleh Juri bidang IPS dan Kemanusiaan, Bp. Dr. Agus dan Ibu Iroh Siti Zahroh, S.Pd, M.Pd
13.00 – 14.00
Ishoma
14.00 – 15.30
Lanjutan…Pembinaan LPIR oleh Juri bidang IPS dan Kemanusiaan, Bp. Dr. Agus dan Ibu Iroh Siti Zahroh, S.Pd, M.Pd dengan membuat kelompok dan penulis termasuk kelompok 6. Setiap anggota kelompok harus membuat 3 judul penelitian untuk dilombakan dengan kelompok lain.
15.30 – 16.00
Istirahat
16.00 – 17.30
Lanjutan…Pembinaan LPIR oleh Juri bidang IPS dan Kemanusiaan Bp. Dr. Agus dan Ibu Iroh Siti Zahroh, S.Pd, M.Pd dengan diskusi untuk menentukan judul yang sesuai yang akan diangkat untuk Lomba antar kelompok dan juga membuat presentasi kelompok.


17.30 – 19.00
Ishoma
19.00 – 21.00
Peningkatan motivasi peserta workshop Pembinaan LPIR oleh Indo Karakter
3
Minggu, 15 Desember 2013
08.00 – 12.00
Lanjutan…Pembinaan LPIR oleh Juri bidang IPS dan Kemanusiaan Bp. Dr. Agus dan Ibu Iroh Siti Zahroh, S.Pd, M.Pd dengan praktek presentasi karya pilihan tiap kelompok. Ada 8 Kelompok dan setiap kelompok hanya menampilkan satu karya terbaik untuk lomba antar kelompok.
12.00 – 13.30
Ishoma
13.30 – 17.30
Informasi tentang Lomba Karya Jurnalistik Siswa tahun 2014 oleh Tim LKJS
17.30 – 19.00
Ishoma
19.00 – 21.00
Pembekalan dan Pengumuman
Kelompok terbaik.Untuk lomba kelompok bidang IPS dan Kemanusiaan, kelompok 6 menjadi juara I atau terbaik dengan mengangkat tema Pengaruh Kesadaran Masyarakat  Terhadap Pelestarian Hutan Tutupan Adat Sebagai Upaya Penyelamatan Lingkungan Di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat” dan mendapat hadiah kain dari Bp. Prof. Dr. Ir. H. Wahyuddin Latunreng

4
Senin, 16 Desember 2013
08.00 – 09.00
Acara penutupan dan para peserta pulang





1.   Diketahui dan diperoleh sistematika laporan penelitian yang baku untuk LPIR
2.   Ada 3 kriteria sebuah naskah diterima atau terseleksi dari para juri yaitu (a). Judul up to date (kekinian) atau unik (b).Unsur penelitiannya ada, jadi bukan proses pembuatan semata (c). Nilai kepedulian siswa terhadap lingkungannya
3.   Esensi penelitian ada 3 yaitu (a). membandingkan :”Dampak…dst (b). mengetahui effek : “Pengaruh… dst” (c). memberi hal baru/mengetahui sesuatu yang baru.
4.   Mengetahui tentang Hak Karya Interlektual (HKI) yaitu (a). Hak Cipta : Ilmu Pengetahuan, Seni, Sastra dan lain-lain, (b). Hak Milik Industri : paten, merk, design, rahasia dagang, dan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).
5.   Ada informasi tentang Lomba Karya Jurnalistik Siswa (LKJS) tahun 2014 dan penjelasan tentang tema, ketentuan dan pengertian tentang istilah – istilah yang ada dalam dunia jurnalistik.





            Demikian laporan hasil workshop Pembinaan LPIR tingkat SMP yang ditugaskan kepada saya. Ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar – besarnya. Akhir kata saya ucapkan terimakasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada saya,                             

Minggu, 03 Mei 2015

DOA YANG SPESIFIK

     Mungkin menjadi tanda tanya dengan judul artikel di atas, tetapi benarkan bahwa kita berdoa perlu spesifik atau rinci? Bukan karena kita meragukan Tuhan yang mungkin tidak tau maksud hati kita, bukan itu. Namun menurutku kita perlu berdoa spesifik dengan maksud menegaskan tentang tekad kita, niat kita di samping itu doa atau pesan yang ingin kita sampaikan lebih detail. Itu lebih mudah bagi Tuhan untuk mengabulkan. Bayangkan jika kita berdoa kurang spesifik, mungkin maksud kita dapat nilai 9 tetapi kita berdoa agar diberi nilai yang maksimal. Bisa saja Tuhan memberi nilai kita kurang dari 9 karena dianggap itulah nilai maksimal yang bisa atau pantas kita peroleh. Lalu apa perlu kita marah kepada Tuhan karena harapan doa kita tidak sesuai dengan kenyataan. Apakah itu salah Tuhan? Tidak bukan? Mungkin saja itu salah kita yang tidak jelas maksudnya. Kenapa sih tidak terinci saja doanya sehingga mudah dipahami.
    Itulah yang kadang membuat kita bertanya - tanya kenapa doa kita tidak pernah diijabah? Menurutku ya mungkin karena kita berdoa dengan bahasa yang tidak jelas, abstrak dan bahasa kita yang idealis yang mengganggap Tuhan pasti tau maksud kita. Namun yang tidak kita sadari adalah Tuhan itu mempunyai barometer dan ukuran sendiri mengenai baik, buruk, cukup dan lain - lain, dan mungkin itu berbeda dengan ukuran manusia. Bagi Tuhan itu cukup yang sebatas ini tetapi manusia cukup itu bisa bermakna yang lebih atau bermakna yang lain. Ada yang perlu kita ketahui bahwa bahasa yang kita gunakan pasti bisa dipahami Tuhan, tetapi maksud dari doa kita itu yang bisa bermakna ganda yang sering juga menimbulkan salah tafsir. Apakah Tuhan bisa salah tafsit? Tidak, bukan begitu maksud saya, maksud saya adalah Tuhan pasti memberi dengan skala sendiri dan mungkin berbeda dengan ukuran kita. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika eanda berdoa lebih spesifik, terinci atau detail dengan harapan bahwa doa kita akan dikabulkan seperti yang benar - benar kita ucapkan. Persis.Di samping itu doa yang spesifik dapat memotivasi kita untuk benar - benar membuat kita menghayati dan paham serta pada akhirnya ingin meraih dengan gigih.

Selasa, 14 April 2015

MENJADI ORANG PENTING

   Kadang sedikit membanggakan menjadi orang yang sangat berperan dalam komunitas atau dunia kerja. Namun ternyata batu sandungan banyak menghalangi sebagai contoh ada sentimen pribadi, ada ketidak sukaan, ada kekhawatiran atas eksistensinya dan lain - lain. Hampir ada saja orang yang memandang bahwa negatif terhadap apa yang kita lakukan. Apapun usaha dan kegiatan yang kita lakukan, pasti ada yang negatif thinking padahal diri ini tidak pernah berambisi untuk meraih jabatan tertentu atau materi tertentu. Tidak sama sekali. Apa sih yang kita cari dalam hidup ini kecuali keberkahan terhadap apa yang kita lakukan selam ini. Hanya kadang memang masih banyak orang yang memandang kita ambisius dan overlapping. Walaupun menurut penulis sah - sah saja ketika tugas itu diserahkan orang lain jalannnya amburadul atau malah tidak jalan sama sekali. Bagaimanapun perlu kejelian seorang pimpinan dalam memandang anak buahnya apakah ia bekerja dengan ikhlas atau dia bekerja dengan pamrih?
  Itu pula yang menjadi ganjalan penulis, bahwa selama ini bekerja dengan keras dan hampir semua sukses serta memberikan kebaikan untuk sekolah, tempat kerja penulis. Tapi ya itu tadi masih ada yang bilang; apa - apa pak X. Bagi penulis itu mungkin resiko, ya resiko seorang bawahan yang diamanati oleh pimpinan. Namun ketika pimpinan berganti, suasana tempat kerjapun berubah, ada yang sering lapor, ada yang suka cari muka dan lain - lain. Kenapa mereka tidak berlomba untuk adu program? Program yang ada malah diminta untuk dikelola. Apa bisa lebih baik? Semestinya program tersebut dievaluasi dan dihilangkan hal - hal yang negatif dan diperbaiki, bukan mengganti dengan program yang baru. Bagaimanapun biarlah mungkin semua orang ingin berperan, mungkin semua orang ingin dianggap dan ingin berjasa. Semua orang senang one man show. Itu bagus ketika porposional dan profesional jika tidak maka anaklah yang akan menjadi korban percobaan.
  Sementara untuk penulis sendiri, biarlah mungkin ini saatnya menepi membiarkan orang lain berperan dan berjasa untuk sekolah ini. Cukuplah peranku saat ini seperti ini, mudah - mudahan aku dapat mengikhlaskan. Semua sudah ada yang mengatur namun memang agak sedikit merisaukan ketika melihat orang lain mengambil alih sesuatu yang selama ini dijalankan, hanya untuk kepentingan materi saja. Menjadi orang penting bukanlah satu - satunya cara untuk dapat berjasa bagi sekolah ini, siswa ini dan juga beramal. Semoga aku bisa mengikhlaskan sesuatu itu berubah menjadi seperti sekarang ini. Tidak ada yang kukejar dalam hidup ini, bukan jabatan atau materi yang kukejar, aku hanya ingin berbakti, mengabdi dan beramal untuk akhiratku. Selebihnya adalah bonus dari Tuhan tentang kerja kerasku selama ini.

GALAU HATIKU

   Entah darimana datangnya kata 'galau', yang kutahu galau adalah keadaan yang tidak tenang karena ada sesuatu yang sedang dipikirkan. Galau membuat hati tidak nyaman, begini salah begitupun juga salah, kadang merasa ada yang tidak tepat, tidak pas tetapi tidak tau apa itu. Galau hanya dapat ditepis dan dihilangkan ketika apa yang ada dalam pikiran atau hati kita dapat kita lakukan. Minimal mengetahui jawaban dari hati yang bimbang dan ragu - ragu. Galau membuat hidup tidak tentram dan serba salah, oleh karena itu perlu solusi yang tepat. Memang tidak perlu berobat karena bukan penyakit yang bisa ditedeksi atau diperiksa oleh dokter kemudian diberikan resepnya.
  Galau dapat diobati dengan cara yang sangat ringan tetapi pasti manjur, ya bagi orang Islam atau Muslim kita dapat menghilangkan galau dengan mendengarkan tadarus atau kalau bisa baca Al-Qur'an lebih baik baca Al-Quran. Yang jelas jangan biarkan perasaan galau berlarut - larut dan ga jelas. Dengan membaca Al-Qur'an, hati terasa tentram, nyaman dan damai karena kita merasa dekat dengan Tuhan kita merasa ada yang kita ajak curhat. Kita merasa tidak sendirian tetapi ada kawan yang setia menemani dan mendengar kita. Sebelum membaca Al-Qur'an pun kita dianjurkan untuk mengambil air wudhlu, dengan basuhan air tersebut kita merasa sejuk dan nyaman. Apalagi kita lanjutkan dengan membaca Al-Qur'an lengkaplah sudah pengharapan kita. Kita dapat berserah diri dengan apa yang kita alamai dan kita juga dapat mengadu dengan apa yang kita rasakan. Tanpa kita mencari solusi terhadap kegalauan kita, kegalauan kita kan semakin membesar dan berlangsung lama. Akhirnya hal itu akan mempengaruhi hidup kita, belajar kita, sekolah kita dan keseharian kita. Oleh karena itu kawan, jika galau menyerang segeralah cari air wudhlu dan raihlah Al-Qur'an untuk dibaca. Bertawadu dan berserah diri  kepada Alloh untuk semua yang terjadi di dunia ini. Mungkin kita akan menemukan jawabnya dan ada hikmah di setiap kejadian dan perasaan.

Senin, 13 April 2015

BERKAH SEBUAH PENGORBANAN

   Perlu kita meyakini bahwa setiap pengorbanan sekecil apapun pasti akan ada hasilnya. Kita juga perlu meyakini bahwa pengorbanan yang besar pasti dapat hasil atau berkah yang besar walaupun bisa jadi hasilnya berbeda. Artinya ketika kita sudah berkorban besar - besaran, bisa jadi hasilnya kecil ataupun malah tidak membawa hasil. Pengorbanan bisa berbagai macam bentuknya dari pengorbanan tenaga, pikiran dan mungkin pula biaya. Namun apapun pengorbanan kita jika kita meniatkan untuk ibadah maka tentu tidak akan membawa ke pintu penyesalan. Semua ada konsekuensinya, kalau kita berkorban dengan ikhlas tidaklah perlu kita mengharapkan apa - apa kecuali berharap mendapatkan pahala. Sebab pamrih yang kita harap dari orang lain hanya bersifat semu dan mungkin tidak bertahan lama. Orang hanya akan terkesima sesaat, karena terlalu banyak kejadian di dunia ini yang harus mereka ingat. 
  Pengorbanan yang baik adalah yang tumbuh dari hati nurani dan penuh keikhlasan yang membuat kita bersemangat untuk melakukan. Sebab yang memberi imbalan adalah sang pencipta bumi dan langit, dzat yang mampu melakukan apapun. Bahkan mampu membolak balikkan hati seseorang, dari hati yang penuh cinta menjadi hati yang penuh luka dan dendam. Tetapi apapun itu, jika niat kita niat yang baik, yang tulus percayalah bahwa pasti Tuhan akan menolong kita dalam keadaan apapun. Di saat kita tidak memiliki harapan lagi atas pertolongan orang lain, satu - satunya yang dapat kita mintai bantuan adalah Tuhan YME. Dialah tujuan kita hidup dan kepadanyalah pengorbanan ini kita berikan, jangan ragu atau malah itung - itungan dengan-Nya. Tuhan tidak pernah berhitung dengan umatnya, dengan kita, apa yang tidak kita mintapun Dia beri, bahkan diberi dengan melimpah. Apa yang tidak? Ya..yang tidak ya kita tidak menyadari sehingga kita tidak pandai bersyukur. Ketika kita tidak pandai bersyukur maka yang kita rasakan adalah kurang terus dan pada akhirnya kita tidak mendapat berkah dari apa yang kita lakukan.
   Pernahkah anda merasa menyesal pernah melakukan sesuatu? Pasti pernah. Entah hal tersebut anda sesali karena berakibat buruk atau hal tersebut ternyata hanya sia - sia. Okelah anda menyesali apa yang anda lakukan atau korbankan tetapi biarlah itu hanya sesaat saja, tidak perlu berlarut - larut. Masih banyak hal yang dapat kita lakukan selain berlama - lama menyesali. Ayolah..hidup ini terlalu indah untuk kita selali, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Berkorbanlah jika kamu ingin mengetahui apa hasilnya. Apapun pergorbanan yang kamu akan berikan, perlu kamu pastikan bahwa kamu berkorban dengan ikhlas.
  

NILAI KEBAHAGIAN DALAM HIDUP

   Nilai bahagai? Mungkin sesuatu yang abstrak tetapi kita dapat merasakan bahwa hidup kita bahagia. Mungkin tidak perlu harta yang banyak, tidak perlu jabatan yang tinggi dan mungkin tidak perlu rejeki yang melimpah. Ya..benar itu. Kita tidak memerlukan itu semua ketika apa yang kita punyai sekarang dan apa yang kita lakukan sekarang ini sudah membuat kita merasa cukup. Walaupun serasa kasat mata dan orang lain memandang hidup seolah biasa saja. Tidak ada hidup glamor, foya - foya dan bermewah mewahan, yang ada hanya hidup pas - pasan. Itu saja kita sudah merasa cukup. Apapun kehidupan kita saat ini itu yang berarti dan bermakna dalam hidup kita sebab kita dapat menciptakan kebahagiaan kita sendiri.
  Rumah yang seadanya atau bahkan rumah saja kita ngontrak bahkan mungkin malah kita tinggal di rumah mertua. Tetapi makna hidup kita bersama orang - orang yang tercinta memberi aura kebahagiaan kita. Sehingga tidak ada lagi yang kita inginkan, hanya kebersamaan bersama orang yang kita kasihi. Kita meyakini bahwa bahagia tidak bisa diukur dengan rumah megah dan modern, bukan itu, tetapi aktifitas dan suasana dalam keluarga itulah yang bikin kita merasa bahagia. Rumah hanya benda yang dapat kita peroleh dan kita bisa kehilangan.
   Keluarga yang sempurna, ada istri/suami dan anak - anak yang lucu - lucu yang sehat, baik jasmani maupun rohani. Anak - anak yang gesit, senang bermain dengan semangat dan mungkin anak yang cerewet, itulah yang membuat rumah kita, keluarga kita lengkap dan bahagia.Apa bahagia sesimpel itu? Menurut penulis ya sesimpel itu. Karena bahagia itu masalah hati bukan mata, kalau mata tentu kita bisa tertipu dengan wujud benda, tertipu dengan penampakan yang hadir di depan mata kita. Tetapi jika hati, kita tidak akan pernah dapat bersandiwara atau menipu karena hati itu suci dan murni. Jadi kata hati adalah kata yang kita rasakan. Oleh karena jika kebahagiaan belum dapat kita rasakan maka kita dapat menciptakan kebahagiaan kita.

Minggu, 12 April 2015

SOPAN SANTUN, PERLUKAH?

     Pernah ga anda bertemu orang yang tidak mempunyai sopan - santun? Kebayang kan bagaimana jengkelnya? Dia meludah sembarangan, duduk dengan mengangkat kakinya, merokok dengan seenaknya menyemburkan asapnya ah..pokoknya kegiatan yang terasa mengganggu sekali. Apakah mereka tidak menyadari? O..tentu mereka menyadari melakukan itu, hanya karena apa yang mereka lakukan sesuatu yang menjadi kebiasaan maka ya begitulah tidak berdosa sama sekali melakukannya. Terasa ga adilnya? Mereka bisa seenaknya sementara kita tidak. Menurutku tidak juga, apa yang mereka lakukan adalah memperlihatkan seberana kualitas dia, seberapa humannya mereka, seberapa peka mereka dengan lingkungan dan seberapa tinggi iman serta seberapa dalam pendidikan mempengaruhinya. Jadi menurut saya tidak perlulah kita membalas dengan melakukan hal yang sama. Justru kita ditantang bahwa dalam kondisi tersebut kita dilatih sabar dan kita diuji tentang seberapa kualitas kita. Kalo kita membalas dengan melakukan hal yang sama maka kita senilai dan sama dengan mereka. Kenyataannya kita tidak sama bukan? Kita berjiwa besar, kita lebih daripada mereka.
     Kita lebih educated, kita lebih beriman dan kita lebih peduli dengan sekitar kita dan yang tidak kalah pentingnya Tuhan mengetahui semua gerak - gerik kita. Artinya Tuhan mencatat seberapa kuat iman kita menghadapi godaan untuk berlaku hal yang sama. Bukankah dianjurkan bagi kita bahwa hal - hal yang tidak baik tidak perlu kita contoh? Kita harus mencontoh hal - hal yang baik dan membawa manfaat bagi kita. Dengan melakukan hal - hal yang baik siapa tau kita mendapat pahala yang berlimpah, apalagi kalo kita berkenan memaafkan perilaku yang tidak terpuji tersebut dan mendoakan semoga diberi pencerahan dan kembali ke jalan yang benar. Kita hidup itu bermasyarakat, bertetangga dan bersosialisasi yang membutuhkan bantuan orang lain, membutuhkan pertolongan orang lain sekecil apapun bentuknya. Dengan melakukan hal - hal yang baik maka tentu saja kita akan mudah mencari pertolongan. Lalu bagaimana dengan orang - orang yang di atas?
     Orang - orang yang di atas tidak pernah menghargai keberadaan kita, tidak pernah menganggap kita ada. Jadi mungkin saja mereka akan minta bantuan kita ketika mereka terdesak atau tidak ada cara lain yang dapat mereka lakukan kecuali minta pertolongan kita. Lalu apakah orang akan memberi bantuan? Ya..tergantung orangnya, kalo orangnya masih ingat dengan kelakukan orang tersebut, maka orang - orang akan enggan membantu. Kalaupun mau mungkin dengan terpaksa atau tidak ikhlas yang menyebabkan hasilnya kurang maksimal. Oleh karena itu sebelum terlanjur marilah kita peduli dengan orang lain, jangan seenaknya sendiri karena ketika orang lain seenaknya sendiri kepada kita, tentu kita juga tidak mau. Kita perlu menyadari bahwa hidup lebih nyaman dan tentram ketika dapat saling memahami dan pengertian sesama. Pada akhirnya kalau hidup penuh pengertian maka hidup akan lebih mudah. Semoga

Senin, 06 April 2015

BANTUAN BLOCK GRANT MGMP BAHASA INGGRIS

    Hari Senin, 6 April 2015 saya dapat undangan untuk menghadiri Acara Sosialisasi Bantuan Langsung Peningkatan Karir PTK SMP melalui MGMP SMP. Acara tersebut dilaksanakan di Bandung Jawa Barat. Berhubung surat dari Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul agak telat maka aku baru dapat info hari Sabtu dan terus mencoba untuk pesan tiket. Aku pikir - pikir untuk naik pesawat kok malah lebih sulit, mana bandara jauh dan pesawat yang ada 'hanya' Wingair, tidak ada Garuda. Di samping itu juga cuaca alam yang tidak bersahabat akhir - akhir ini membuat aku memutuskan naik kereta api saja. Berhubung pesen tiketnya agak mendadak maka aku dapat kereta api Argo Wilis, ya..kereta eksekutif. Ya...iyalah wong jauh nanti kalo kereta yang laen mana capek, jauh dan harus mikir lagi. Oleh karena itu aku kereta api tersebut, lagian dibayari panitia, tidak perlu bayar ongkos sendiri jadi siplah.
   Aku tiba di hotel Marbella, Jalan Dago Jawa Barat jam 19.30 WIB dan langsung mencari panitia acara. Tetapi aku pikir lebih baik check in ke kamar dulu, menaruh tas dan jaket baru mencari panitia untuk regristasi. Setelah dapat kamar aku menuju ke panitia untuk melakukan pendafataran peserta. Ternyata belum semua peserta datang, akupun menuju kembali ke kamar untuk istirahat. Lho? kok istirahat? Ya..ga papa kan istirahat sebenatar untuk memanjangkan kaki he..he. Akhirnya aku mandi dan santai sejenak kemudian masuk ke ruang pembukaan acara. Walaupun agak telat tetapi ga jadi masalah wong baru pembukaan. Semoga semangat pagi lebih besar besok. Ok tidurlah dulu ya?

Senin, 09 Maret 2015

SURAT DAN JADWAL KEGIATAN WORKSHOP

    Alhamdulillah pelaksanaan workshop pengembangan karier guru telah berjalan dengan sukses dan lancar, tanpa halangan yang berarti. Dengan perjuangan selama ini, terbayar sudah letih, lelah dan kerepotan selama ini (sebelum, selama dan sesudah workshop). Kami panitia merasa puas dengan hasil kerja kami yang tanpa kenal lelah untuk mengadakan workshop yang baru pertama kali adakan. Artinya kami belum pernah mengadakan acara ini sebelumnya. Acara yang sudah kami laksanakan selama ini baru seputar Try out, Lomba - lomba dan Bazaar Pendidikan. Itupun kayaknya tak serepot ini karena kami, panitia hanya berlima yaitu :
  1. Joko Sulistya, M.Pd sebagai ketua Forum Peduli Profesi Guru (FPPG)
  2. Projo Sukardi, M.Pd sebagai wakil ketua
  3. Nugrahani Sri Lestari, S.Pd sebagai Sekretaris FPPG
  4. Dra. Suharyanti sebagai bendahara  1
  5. Rusti Hartini, S.Pd sebagai bendahara 
Itulah yang membuat kami lebih bangga karena kami hanya berlima tetapi masih bisa membuat event sekelas dan sekeren itu. Bayangkan saja para pesertanya terdiri dari para guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Belum lagi mereka berasal dari berbagai macam kabupaten (Kab Gunung Kidul, Kab Sleman, Kotamadya Yogyakarta dan Kab Kulon Progo). Satu lagi yang membuat kami lebih mantap adalah ketika temen - temen guru dari berbagai kabupaten selain Bantul dapat mengambil sertifikat pada saat itu juga. Sehingga mereka pulang workshop dapat membawa sertfikat sekaligus, jadi tidak perlu datang lagi ke sekretariat di kemudian hari. Kasihan kan kalau harus datang lagi padahal daerahnya jauh dari sekretariat. Dan untuk menunjang kelengkapan tersebut panitia sudah mempersiapkan surat undangan workshop dan juga jadwal kegiatan workshop yang sekarang ini digunakan untuk melengkapin bukti fisik dalam SKP atau PAK.
   Oleh karena itu silahkan ambil atau download file - file yang diinginkan, semoga berkenan dan sesuai dengan yang diinginkan:
  • Surat Undangan workshop
  • Jadwal Kegiatan workshop

Kamis, 05 Maret 2015

WORKSHOP PENGEMBANGAN KARIER GURU

   Hari Minggu, 8 Maret 2015 kita akan mengadakan Workshop Pengembangan Karier Guru : Menuju guru yang bermartabat, sejahtera dan profesional. Dengan harapan melalui workshop tersebut para guru terbuka pikiran dan hatinya bahwa akhir - akhir ini guru mesti berkarya dan profesional. Untuk tujuan tersebut panitia Forum Peduli Profesi Guru (FPPG) menghadirkan para nara sumber yang berkompeten seperti :
1. Drs, H. Totok Sudarto, M.Pd, selaku kepala sekolah beliau akan mengupas kebijakan pemerintah tentang pendidikan. 
2. Ganesha Operation, selaku sponsor akan diberikan waktu untuk menyampaikan materi Be the best educator
3. Darsiti, M.Pd, Tim Penilai Angka Kredit (TIM PAK) yang akan menyampaikan materi tentang Pengembangan Kinerja Berkelanjutan.
4. Ramea Agus Purnomo, eks Guru Prestasi, Pengawas yang akan menyampaikan materi tentang cara membuat diktat dan Panduan Guru.
5 Suprihatin, M.Pd, Guru Prestasi, Kepala Sekolah, Pengawas yang akan menyampaikan Karya Tulis Ilmiah dan membuat Buku.
Tentu saja tidak hanya materi saja yang kita berikan tetapi berbagai doorprize dari beberapa sponsor juga akan kita berikan. Biar para peserta tidak gelo (kecewa) datang jauh - jauh dan hari Minggu lagi. Harapan panitia di samping mendapat ilmu yang berbagai macam juga mendapat keuntungan yang lain. Pokoknya jangan sampai peserta rugi datang. 
  Untuk kontribusi juga kami kasih yang murah, hanya dengan uang 50ribu rupiah mereka akan mendapat beberapa fasilitas. Fasilitas yang akan diperoleh peserta adalah Sertifikat, Lunch, Bolpoint, Blocknote, dan map. Jadi engga rugi kan? Semoga tidak dan semoga kegiatan berjalan lancar dan sukses. Amin

Selasa, 03 Maret 2015

HARI - HARI YANG INDAH

   Aduh ini acara ga ada habisnya. Mungkin itu yang terbersit dalam hati anda jika mengalami menunpuknya tugas atau kegiatan yang ada. Tetapi mari kita renungkan lagi, bukankah kita kalau menganggur mencari pekerjaan? Lalu mengapa ketika kita keteteran dan overload dengan pekerjaan kita mengeluh? Lucu ya? He..he Bayangkan orang - orang yang tidak mempunyai kegiatan kalau dia tidak tahan imam, mungkin ia akan melakukan kegiatan yang negatif. Jadi bersyukurlah kalau anda mempunyai banyak pekerjaan yang harus dilaksanakan. 
    Sama seperti apa yang terjadi pada penulis dan ini harus disyukuri. Hari ini, Selasa 3 Maret 2015 penulis menjalani hari - hari yang padat merayap he..he. Mulai dari jam 07.00 pergi ke sekolah kemudian ada undangan. Ga tanggung - tanggung undangan ad 2 yaitu satu ke Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul. Di sana penulis membahas tentang program Ellis yaitu program bagi SMP - SMP. Dimana SMP - SMP tersebut dapat bantuan komputer dan program bahasa Inggris. Dari bantuan tersebut sekolah - sekolah dipantau untuk menjalankan program aplikasi bahasa Inggris Ellis. Nah di SMPN 2 Bambanglipuro nampaknya berjalan kurang memuaskan dengan indikator dari penyelenggara bahawa SMPN 2 Bambanglipuro kurang aktif dalam menalankan programmnya.
    Lalu undangan yang kedua SMPN 3 Bantul. Untuk urusan yang di SMPN 3 Bantul, penulis bersama beberapa guru dan kepala sekolah mereview dan edit soal - soal UTS. Aku datangnya agak telat sih karena harus menghadiri undangan di dinas tetapi biarlah mau gimana lagi? Untuk undangan ke dinas, aku sempat ditelpon dari pejabat dinas karena belum datang. Dan memang niatku tidak akan menghadiri undangan di dinas sebab sudah ada 2 teman yang mewakili. Jadi nambah - nambah beban anggaran saja kan? Bagaimanapun aku akhirnya datang karena sudah ditelpon ke sekolah, semua orang bilang ke aku dapat telepon dari dinas. Akhirnya kuputuskan untuk mendatangi kedua undangan tersebut karena memang hari itu hari yang tersibuk dan hari yang indah bagiku.