Senin, 26 November 2018

STASIUN GUBENG BIKIN PUYENG

"Neng stasiun balapan. Kota Solo kang dadi kenangan, kowe Karo aku." Asek.
(Hokya hokya jooss)



   Itu kalau stasiun Balapan, Solo. Beda dengan stasiun Gubeng, Surabaya. Pukul 6 kami tiba di stasiun Gubeng. Begitu tiba, ingin rasanya ngadem awak.

Yups, kami ingin mandi. Tapi di mana?

   Aha, ada sebuah toilet umum di dekat Musala. Meluncurlah kami menuju ke sana. Sudah mau siap siap, semua barang di taruh di musala. Beberapa teman mencoba meluruskan boyok.
"Maaf, tidak boleh tiduran di musala," ucap seorang sekuriti. Baiklah kami bangun dan duduk manis. Sambil ngobrol ngobrol, kami mengeluarkan permen. Enggak dimakan sih, tepatnya belum di makan.

"Maaf. Tidak boleh, makan dan minum di Musala," tegur petugas kebersihan.

Baiklah, kami memasukkan lagi permen ke dalam tas. Daripada nunggu enggak jelas, salah satu teman langsung cap cup pergi ke kamar mandi.
   Dia membawa baju, handuk dan perangkat mandi lainnya. Duh, kayaknya seger nih mandi pagi pagi, batinku. Baju ganti sudah dipersiapkan termasuk underwear dan peralatan mandi. Baru mau masuk kamar mandi (baca: toilet).

"Maaf. Tdak boleh mandi ya, sebab airnya tandon," kata petugas kebersihan.

   Baiklah. Kuurungkan niat untuk mandi. Aku kemasi lagi barang barang untuk mandi dan menuju ke musala kembali. Sampai musala kumasukkan lagi peralatan mandi.
Batal acara mandi pagi deh. Oh, Gubeng Gubeng.
    Kemudian setelah berembug, kami memutuskan langsung ke tempat acara. Siapa tahu nanti ada keajaiban tempat mandi yang representatif. Siapa tahu. Semoga dimudahkan niat baik kami untuk menuntut ilmu. Eh, sebenarnya ilmu enggak salah apa apa sih, jadi sebenarnya kurang etis menuntut ilmu.
     Oke, kami tidak akan menuntut ilmu, kami hanya akan mencari ilmu, ngangsu kawruh di kota pahlawan ini. Itu saja. Kami sudah tegar menjalani semua ini. Sebab acara ini sensasinya beda. Beda sekali. Kami.menjadi traveler sejati. Bahkan kami naik oplet segala. Jian true traveler tenun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar yang membangun sangat berguna tidak hanya bisa mencaci tetapi berikan juga solusi