Selasa, 04 Desember 2018

CARA MENYELAMI HATI PIMPINAN

    Untuk menyelami seorang pimpinan itu perlu ilmu khusus. Perlu trik khusus. Tidak bisa kita grusa grusu sebab nanti hasilnya tidak seperti yang kita harapkan.

Misalnya kita mau izin atau perlu keluar sekolah, kita perlu lihat kesibukan pimpinan.

    Termasuk, apakah raut muka pimpinan sedang gembira. Sedang sedih. Atau apakah pimpinan sedang sibuk? Juga apakah pimpinan baru PMS atau tidak. Itu penting sebab salah membaca suasana, hasilnya bisa kecewa. Siang ini aku mau menghadap pimpinan untuk minta izin menghadiri acara resmi pemerintah. Tingkat nasional lho. 
     Kulihat Bu Kepsek sedang duduk di ruang guru. Ah, kesempatan ini, batinku. Kebetulan acara hari ini ada pelatihan pengisian E-Raport. Jadi semua sibuk dengan kegiatan masing masing. Suasana yang kondusif.
     Segera aku cepat cepat nge-print surat tugas yang mesti ditanda-tangani pimpinan.
Yups, satu lembar surat tugas telah tercetak, saatnya menghadap. Keadaan sepi guru guru sudah pergi ke ruang komputer untuk pelatihan.
     "Maaf, bu. Mohon menghadap," ucapku hati -hati.
     "Ada apa, Dik?"
     "Ini bu, saya mau izin besok hari Kamis dan Jumat."
     "Ada apa?" selidik Bu Kepsek.
    "Ini bu, saya dapat penghargaan di Bandung," ucapku sambil menyodorkan lembar undangan dari Dirjend PAUD.
Beliau tampak mencermati surat itu dan mungkin bingung.
    "Jadi gini bu, buku PAUD saya juara lima Lomba Konten Kanal PAUD."
    "Oya ya," jawab beliau setelah sedikit paham.
    Dalam hati aku berharap, " Selamat ya Dik. Panjenengan telah membawa harum sekolah kita. Terus maju dan berprestasi ya?" 
    Itu tak terucap. Sungguh, tidak perlulah diberi uang saku atau apa. Sekadar ucapan selamat saja sih.  (ternyata itu pun harapan berlebihan  )
    Dalam kondisi yang sudah terbuka hatinya, segera kusodorkan surat tugas yang baru kuprint tadi agar ditanda-tangani. Sebab panitia lomba hanya membutuhkan surat tugas dari pimpinan langsung. Kalau biasanya kan yang tanda tangan pejabat eselon 2 atau kepala dinas. Juga perlu SPPD. Tetapi kalau lomba paud sangat longgar. Bahkan yang tidak kerja di instansi, tidak perlu bawa surat tugas.
    Tidak perlu juga bawa surat keterangan dari pak dukuh atau lurah. Cukup bawa tiket untuk dapat gantinya.
   "Terus buku 1 ( kumpulan silabus semua guru) dan buku 2 (kumpulan RPP semua guru) tahun lalu sudah ada tho Dik? Sebab kita mau akreditasi tahun depan" ucap bu kepsek mengalihkan pembicaraan.
   "Waduh, susah bu meminta teman teman untuk mengumpulkan silabus dan RPP?"
   "Tapi tetap dimintai lho?
   " Iya, Bu."
   "Terus nanti ikut membimbing pelatihan E-Rapot lho, Dik."
Dalam hati, "Kan orang yang jadi narsum sudah ditunjuk yaitu guru TIK, kok aku jadi ikut ikutan, tapi okelah. Yang penting besok Kamis pergi lagi. Terimakasih Bu Kepsek."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar yang membangun sangat berguna tidak hanya bisa mencaci tetapi berikan juga solusi