Tampilkan postingan dengan label tips menang lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips menang lomba. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2020

[GRATIS] KOMPETISI IDE CERITA & FILM KPK "ANTI CORRUPTION FILM FESTIVAL 2020"

    Tahun ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mau mengadakan lomba ide cerita dan Film, Anti Corruption Film Festival 2020. Tema yang diusung kali ini adalah "Kreasi di Tengah Pandemi" dan lomba ini memberikan beberapa alternatif lomba. Simak deh ada lomba apa saja. 

        So gaes, daripada bengong di rumah, eh kok bengong sih, ya pokoknya daripada di rumah enggak ngapa-ngapain or hanya melakukan hal yang unfaedah, mending ikut ini deh. Lagian hadiahnya gede lho gaes. Betewe, kapan sih deadlinenya? Yuk, simak info berikut ini. 


Jenis Lomba

    Ternyata ada 2 macam lomba yang terbagi dalam beberapa sub. Lomba kategori 1 Kompetisi Ide Cerita yang berisi tentang Film Pendek Fiksi. Sementara lomba kategori 2 kompetisi film yang terdiri 4 (empat) bagian;

  1. Film Pendek Fiksi Komedi
  2. Film Pendek Dokumenter
  3. Film Animasi
  4. Vlog Anti Korupsi
 

Senin, 01 April 2019

TIPS LOMBA GURU BERPRESTASI

Juara 1 Gurpres Kabupaten
    Aku pernah mengikuti lomba guru berprestasi. Ini termasuk lomba yang berjenjang dan bikin kelimpungan. Bagaimana tidak? Persiapan yang kita lakukan harus maksimal. Tidak hanya persiapan otak tetapi persiapan berkas. Berkas selama tiga tahun perlu kita kumpulkan.

    Malah kalau mengingat pada tahun 2016 lalu, saat aku mengikuti, aku habis 300 ribu hanya untuk fotocopy dan penjilidan. Alhamdulillah, pada waktu itu aku mendapat uang saku dari sekolah. Wong aku wakil dari sekolah, jadi wajar kan kalau pimpinan memberi sangu untuk mengikuti lomba guru berprestasi. Ya, meskipun uang segitu hanya pas untuk penggantian capek, letih, lelu dan lungkah. Namun yang namanya tugas ya tugas.

Juara 2 Gurpres Provinsi
    Berkat doa dan semangat teman-teman dan pimpinan, eaa, aku mendapat juara 1 tingkat kabupaten. Saat itu hadiah untuk juara 1 sebesar satu juga, juara 2 mendapat hadiah sebesar 750ribu dan juara 3 sebesar 500ribu. Tidak banyak sih, tetapi lumayan untuk menambah semangat untuk lomba tingkat provinsi. Akhirnya setelah mendapat juara 1, aku mewakili kabupaten untuk lomba tingkat provinsi. 

    Hampir sama dengan model seleksi di kabupaten, di provinsi aku juga mengikuti serangkaian lomba. Berawal dari tes psikotes, tes ini tidak ada di kabupaten- dilanjutkan tes pengetahuan umum. Tes pengetahuan umum, hampir mirip dengan tes di kabupaten. Selanjutnya wawancara, presentasi karya ilmiah dan portofolio. Nah, di sinilah yang harus diperhatikan. Apa saja yang perlu dipersiapan agar dapat menang lomba guru berprestasi?
  • Belajar tentang permen-permen tentang pendidikan di Indonesia. Pelajari juga materi kompetensi guru profesional berikut:
  1. Soal Kompetensi Pedagogik (word)
  2. Soal Kompetensi Pedagogik 1 (Pdf)
  3. Soal Kompetensi Pedagogik 2 (Pdf)
  4. Soal Kompetensi Pedagogik 3 (Pdf)
  5. Soal Kompetensi Kepribadian
  6. Soal Model Pembelajaran Inovatif

  • Pesiapkan karya ilmiahmu (PTK) secara baik. Kamu harus menguasai karya ilmiah itu dengan baik. Presentasi juga harus kamu kuasai dan percaya dirilah dengan karya ilmiah. Yakinkan dewan juri.
  • Lengkapi portofolio sebaik mungkin. Karya-karya yang pernah dibuat, sertifikat dan lain-lain dijilid dengan lengkap. Portofolio yang berisi berkas-berkas sepak terjang sangat membantu kita meraih nilai yang tinggi.


   Aku rasa hanya itu yang paling krusial dan penting untuk dipersiapkan. Selanjutnya, teruslah berdoa. Sebab doalah yang membuat semuanya menjadi nyata. Jadi jangan lupa untu meminta doa dari orang-orang yang tersayang untuk dimudahkan.

    Oiya, pada waktu itu aku hanya juara 2 tingkat provinsi. Sebab aku kalah dengan juara 2 provinsi tahun sebelumnya. Nah, di saat aku ingin mendaftar lagi di tahun berikutnya, biar juara :D, ternyata ada aturan baru yang melarang para guru yang pernah juara 1, 2 dan 3 tingkat kabupaten dan provinsi maju lagi untuk seleksi. Akhirnya, aku harus legowo menerima keputusan tersebut. 

    Lalu bagaimana dengan tahun sekarang, tahun 2019, apakah aku ikut? Sik sik mari kita cermati juknis guru berprestasi 2019