Jumat, 27 September 2013

HARI KE 4 LPIR 2013

      Hari Kamis, 27 September, satu lagi wakil Yogyakarta, Gupita dari SMP Muh 2 Yogyakarta tampil untuk presentasi. Pada hari itu Tita, panggilan akrab Gupita maju pertama kali, walaupun nomor undian dia mendapat no.26 tetapi dia mendapat giliran pertama pada hari itu. Wakil Yogyakarta ini mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul " Dampak sosial kasus penembakan preman di LP Cebongan".
Dari segi narasumber dan bahan - bahan nampaknya Tita tidak kesulitan karena ayahnya seorang wartawan dimana tentu saja seorang wartawan mempunyai koneksi/jariangan yang luas dari orang bawah sampai orang atas. Nah sekarang tinggal bagaimana seorang Tita berhasil mengemas hasil penelitian menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat. Penulis merasa bahwa para peneliti remaja ini perlu terus dibina dan dikembangkan sehingga mereka merasa senang dan dihargai. Dengan modal senang itulah maka mereka akan terus berinovasi dan meneliti serta peduli dengan lingkunganya. Pada akhirnya penelitian - penelitian mereka akan berguna bagi mereka sendiri dan juga masyarakat. Tahun ini peserta dariYogyakarta memang yang lolos sebagai finalis hanya 3 siswa tetapi jika mereka berusaha dengan keras dan berdoa, insyaalloh hasilnya akan maksimal. Dari niat baik inilah, mari kita sebagai guru terus memotivasi peserta didik untuk tidak alergi atau takut berpikir analitik terhadap permasalahan yang ada di sekitar kita. Jadilah seorang guru yang dapat menjadi contoh, menjadi inspirator, motivator dan provokator kebaikan dan pengalaman berharga seperti pergi ke Bali untuk tujuan LPIR. Siapa tau tahun depan kita bisa masuk sebagai finalis lagi dan kegiatan LPIR diadakan di luar jawa seperti di Lombok atau di kalimantan. Bukankah kita tidak mudah untuk dapat bepergian ke luar Jawa dengan akomodasi dan makan gratis di tanggung oleh orang lain/instansi. Ini kesempatan, ini kompetisi dan ini adalah aksi. Mari beraksi dan unjuk gigi.

HARI KE 3 LPIR 2013

Saat Indah Presentasi dihadapan Dewan Juri
Kamis, 26 September 2013 salah satu wakil Yogyakarta, Indah Listya Utami, maju untuk presentasi penelitiannya yang berjudul " Posdaya Pusaka Wahyu Teratai sebagai upaya meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani lansia di pedukuhan Preggan" di hadapan 3 juri (Praktisi dan Dosen). Sudah banyak latihan yang dilakukan dan revisi perbaikan power point, tinggal ketenangan Indah dalam menyampaikan hasil penelitian di hadapan dewan juri. Harapannya Indah tetap tenang, terkendali dan fokus sehingga hasilnya bisa maksimal karena ini adalah kompetisi tingkat nasional.
Apalagi bagi Indah ini adalah pengalaman pertama mengikuti LPIR dan presentasi di hadapan pakar - pakar di bidangnya. Semoga hasilnya maksimal sebab usaha, doa dan semangat terus kita curahkan untuk hasil yang maksimal paling tidak membawa pulang medali perak demi DIY, demi Kab Bantul dan demi SMPN 2 Bambanglipuro

HARI KE 2 LOMBA LPIR 2013

Acara Pembukaan LPIR
Hari Rabu, 25 September 2013, para finalis LPIR 2013 seluruh Indonesia kecuali 3 provinsi yang tidak ada wakilnya, mengikuti workshop yang bertujuan memberikan pembinaan terhadap para peneliti remaja. Dari beberapa pembinaan yang diberikan, ada juga pembahasan tentang HAKI (Hak Atas Kekeyaaan Ilmiah). Artinya para finalis atau peneliti remaja tidak boleh mengklaim atau plagiat terhadap karya orang lain sebab orisinalitas diperlukan dan wajib hukumnya. Hari pertama, acara dibuka dengan persembahan tari Bali yang ditampilkan dengan apik oleh siswa SMP di Bali. Setelah itu, pembukaan Acara LPIR oleh bapak Direktur Pembinaan SMP, Didik Suhardi, Ph.D. Beliau menyampikan bahwa jumlah naskah yang masuk sebanyak 1.109 yang terbagi dalam 3 kategori lomba ; Bidang IPA, Bidang IPS dan Kemanusiaan dan Bidang Teknologi dan Rekayasa. Dari jumlah naskah yang masuk terseleksi naskah sebanyak 118 naskah yang terbagi dalam tiga bidang lomba; Bidang IPA (45 naskah), Bidang IPS dan Kemanusiaan (40 naskah) dan Bidang Teknologi dan Rekayasa (33 naskah). Dan menurut beliau dari tahun ke tahun peserta LPIR selalu meningkat.

Inilah 3 wakil Yogyakarta
Disamping itu bagi finalis remaja yang menemukan sebuah ide atau inovasi maka hal tersebut bisa dipatenkan sehingga tidak akan diklaim atau menjadi permasalahan dikemudian hari. Ini penting karena bisa mengajarkan para peneliti remaja untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, keaslian dan kreatifitas. Ilmu yang luar biasa dan perlu diingat selalu bahwa kita harus selalu menghargai karya orang lain. Dan yang terpenting adalah Juara bukan satu-satunya tujuan tetapi belajar untuk lebih baik dan maju dalam hal penelitian dimana pada akhirnya Indonesia akan memiliki peneliti - peneliti yang baik dan berintegritas. Selamat Berlomba dan jadilah peneliti yang terbaik.

Selasa, 24 September 2013

LOMBA LPIR DI BALI 2013

Selasa, 24 September 2013 kami tiba di New Kuta Hotel jam 10.00 pagi. Memang benar Hotel bagus, luas dan sepertinya nyaman tetapi itu bukan untuk kami, para guru pendamping namun cuma untuk peserta Lomba LPIR dan pendamping dari provinsi yang ditunjuk. Kami harus mencari akomodasi dan makan sendiri padahal hotel tersebut jauh dari keramaian kota.
Akhirnya kami berdua dengan Bp. Eko Harianto dari SMP Muh 2 Yogya mencari sebuah kamar seperti kos-kosan yang tarifnya terjangkau bagi kami. Sebab kami berdua biaya mandiri artinya tidak ada dana dari Kemdikbud. Bayangkan saja betapa mahalnya tarif hotel tersebut. Untuk satu malam tarif yang paling murah $90 USD kalo dikurs yang kurang lebih 900.000,-per malam, belum makannya. Wah..bisa2 habis 10 juta. Denger-denger untuk nasi putih saja harganya sampai 25 ribu. Wah..wah bisa miskin mendadak. Untung kami dapat sewa kamar di luar lingkungan hotel tersebut dan kayaknya nyaman.
Tiba di Bandara Ngurah Rai
Kami datang pagi jam 06.30 di bandara, kemudian check in jam 07.00 dan berangkat jam 07.50 menggunakan pesawat Garuda. Sampai Bandara Ngurah Rai jam 10.00 kemudian naik taksi berenam (3 peserta dan 3 pendamping) menuju New Kuta Hotel. Dan check in lagi. Hari ini agendanya adalah pembukaan dan besok pagi baru pembinaan. Sementara pada hari kamis baru dimulai presentasi peserta. Ada kurang lebih 40 peserta LPIR bidang IPS dan Kemanusiaan yang masuk final, untuk penghargaan telah disediakan 3 medali emas, 5 medali perak dan 7 medali perunggu. Semoga kita dapat membawa pulang salah satunya karena ada 3 wakil dari DIY dam kamilah satu-satunya wakil dari kabupaten Bantul.

Sabtu, 14 September 2013

Administrasi Guru Terbaru

Bagi para guru yang ingin mendapatkan Silabus Bahasa Inggris yang berkarakter khususnya kelas 9 dapat mendownload dengan cara mengklik link berikut :
1. Sillabus, Pemetaan Kompetensi dan RPP Sem 1 kelas 9
2. Silabus, Pemetaan Kompetensi dan RPP Sem 2

Kamis, 06 Juni 2013

PENGUMUMAN UJIAN NASIONAL 2013

Tanggal 1 Juni 2013 adalah hari pengumuman hasil Ujian Nasional. Seperti sekolah - sekolah yang lain, SMPN 2 Bambanglipuro juga mengumumkan hasil UN dengan mengundang para orang tua/wali siswa ke sekolah. Yang agak berbeda dengan sekolah lain adalah bahwa kita menyuruh para siswa untuk bakti sosial dengan membagikan sembako yang mereka bawa. Sekolah hanya menfasilitasi dengan membuatkan kantong/tas untuk membawa sodaqoh mereka. Tas tasyakuran mereka bawa ke tempat - tempat tujuan yaitu para orang yang miskin. Ada beberapa siswa yang disarankan untuk tidak ikut membagikan sodaqoh tersebut karena mereka akan menerima trophy dan bingkisan. Pada hari itu, kita akan mengumumkan juga 5 nilai rata-rata Ujian Nasional tertinggi dan 21 siswa yang mendapatkan nilai 10 untuk mata pelajaran Matematika. Rata-rata nilai Ujian Nasional SMPN 2 Bambanglipuro adalah 31.19. Sedangkan untuk rangking sekolah, SMPN 2 Bambanglipuro masih menempati rangking 7 se-kabupaten Bantul, persis seperti tahun kemaren, hanya memang ada peningkatan nilai untuk bahasa Inggris walaupun dari segi materi soal lebih sulit tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Sayangnya ada penurunan untuk nilai IPA dibandingkan tahun lalu dan tidak ada satupun yang mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran selain Matematika. Untuk 5 nilai Ujian Nasional tertinggi sebagai berikut :
1. Terbaik I Azhar Indartanto dengan nilai 37.30,
2. Terbaik II Anis Juang dengan nilai 37.15,
3. Terbaik III Indah Septyasani dengan nilai 36.95,
4. Terbaik IV Sefina memperoleh nilai 36.95 dan
5. Terbaik V Kezia dengan nilai rata-rata UN 36.65.
Mereka berlima mendapatkan Trophy dan sejumlah uang untuk penghargaan terhadap hasil jerih payah mereka. Memang ada dua siswa yang mendapatkan nilai yang sama, tetapi setelah diurutkan dan dibandingkan berdasarkan nilai tertinggi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, maka Indah Septyasanilah yang berhak memperoleh gelar Terbaik III. Apapun itu, semoga saja prestasi mereka dapat terus ditingkatkan dan bisa memotivasi teman-teman maupun para adik kelas mereka. Semoga