Jumat, 27 Februari 2015

PERUBAHAN ITU PASTI TERJADI

   Siapa sih orang yang tidak mau berubah, hanya orang - orang yang mencintai kemapanan (status quo) yang ingin bertahan dalam nyamannya. Padahal kalau ia mau berubah mungkin nasib dan kemampuan akan bertambah dan semakin baik. Ketakutan yang membuat mereka enggan berubah dan menerima hal baru. Keasyikkan dengan kondisi sekarang dan mungkin juga ada ketakutan kehilangan posisi atau power yang telah dimiliki. Nah.. kondisi yang tidak mau berubah seperti inilah yang menghambat dirinya atau program yang telah direncanakan menjadi mandeg. Perlu perubahan mindset terhadap orang - orang yang berpikiran seperti itu. Jika ada orang bilang "kenapa harus begitu, begini saja sudah bisa" maka itu menjadi salah satu indikator bahwa seseorang tersebut memang telah tertutup pikirannya tentang hal baru.
   Hal baru semestinya disambut dengan baik, sebelum dicoba jangan beropini atau jangan negative thinking. Memang ada cara yang manjur untuk mengantisipasi orang - orang yang status quo ini, yaitu dengan meninggalkan mereka yang tidak mau di ajak maju. Biarkan mereka asyik dengan dirinya sendiri dan dunia, selama itu tidak mengganggu program yang digulirkan. Karena kadang percuma ketika kita harus mencurahkan pikiran, tenaga dan energi, tetapi itu ternyata sia - sia saja. Lho ngapaian kita harus bersusah payah merubah seseorang itu, kalau dia sendiri tidak mau berubah.
   Membiarkan orang - orang yang tidak berubah ini, akan membuat mereka merasa tertinggal, dikucilkan dan bodo sendiri. Nanti pada akhirnya ia akan terbujuk untuk ikut ketika teman - temannya juga ikut. Atau kalau memang diperlukan maka dibuatkan atau diterbitkan sebuah peraturan atau surat keputusan yang mewajibkan semua orang untuk melakukan. Dengan peraturan tersebut maka ia akan terpaksa atau dengan kerelaaan untuk melakukan dengan baik. Pada akhirnya dengan pemaksaan itu ia akan biasa dan  setelah biasa hal itu menjadi gaya hidup atau kebiasaan yang baik. Mau ga mau akhirnya ia berubah karena lingkungan dan pimpinan memaksanya untuk berubah. Ya..jelas semua perlu dinamis ada perubahan untuk mengikuti perkembangan jaman. Masak dunia berubah dengan pesat, kita masih terkotak dan terkungkung dengan pikiran kita yang sudah uzur. Kali mau maju ayo..sambut perubahan dan rasakan perbedaan yang terjadi dalam hidup kita karena perubahan itu pasti terjadi maka siapkan diri untuk memahami dan menyambut sepenuh hati.

Kamis, 26 Februari 2015

SUKSESI KEPEMIMPINAN

    Tanggal 21 Februari 2015 telah dilaksankan suksesi atau pergantian kepemimpinan di SMPN 2 Bambanglipuro. Memang suksesi seperti ini bukan hal yang baru, malah hal biasa untuk kalangan pendidik. Bagi seorang kepala sekolah hal yang wajar bila ia setiap 4 tahun sekali akan pindah bertugas dari satu tempat ke tempat yang lain. Tergantung surat tugas mengirimnya kemana. Kalaupun ke tempat yang jauh, pasti harus dilaksanakan sebab sekarang ini sejauh apapun tetap saja masih dalam lingkup daerah tersebut karena sekarang menganut program otonomi daerah. Artinya bahwa kepala daerah mempunyai wewenang mengangkat, memberhentikan dan menugaskan pegawainya kemanapun tempat yang membutuhkan. 
     Demikian juga yang terjadi di SMPN 2 Bambanglipuro, hampir menginjak 2 tahun kepemimpinan Bapak Drs. Surur beliau digantikan oleh Dra. Denok Widarti, M.Pd, M.A. Bapak Surur tidak mengepalai SMPN 2 Bambanglpuro selama 4 tahun, bukan karena ada apa - apa. Tetapi beliau sudah saatnya pensiun, tepat bulan April 2015, tanggal 2. Biarpun hanya 2 tahun tetapi banyak perubahan dan kemajuan yang telah beliau lakukan. Banyak program yang sebelumnya tidak dilakukan, beliau lakukan seperti pembelian LCD utk setiap kelas, pelaksanaan kelas Unggulan, mengikuti berbagai macam lomba, pembangunan gedung dan lain - lain. Banyak yang dipelajari dari sosok bapak Surur, untuk ukuran seorang kepala sekolah, beliau termasuk orang yang jujur, berani dan cepat bertindak. Itu menurut pendapatku. Dan seorang pemimpin yang jujur, berani dan mampu bertindak cepat sangat dibutuhkan oleh warga sekolah untuk membawa sekolah tersebut lebih maju dan jaya.
     Itu pendapatku karena aku merasa lebih intens bertemu dan berdiskusi dengan beliau dibandingkan para guru yang lain. Sebagai atasan sosok beliau adalah pribadi yang enak diajak berdisksui dan beliau juga orang yang anti kritik, selama kritik itu disampaikan dengan sopan dan masuk akal. Agak sedih juga ketika bapak Surur harus pensiun dan tidak mengajar lagi. Aku merasa kehilangan seorang guru, atasan yang nyaman dan mengasyikkan untuk diajak diskusi. Menurutku beliau atasan yang visioner dan punya integritas, itu yang dibutuhkan seorang bawahan seperti aku. Dengan atasan yang visioner, mempunyai visi yang jelas dan visi ke depan serta berintegritas maka bawahan akan semakin mantap melaksanakan program - program yang telah tersusun. Ini termasuk pribadi yang langka, bahwa masih ada pemimpin yang bisa dijadikan panutan dan berkiblat. Kalau seperti itu maka sebagai bawahan tidak akan mempunyai rasa curiga terhadap atasan dan juga tidak punya pikiran negatif terhadap pemimpin. Sebab pemimpinnya bisa diandalkan dan dijadikan contoh. Semoga pemimpin - pemimpin yang dapat meniru, minimal mempunyai karakter yang sama, karakter yang futuristik dan berintegritas.

Senin, 23 Februari 2015

Hari Raya Idul Adha

Proses Penyembelihan Hewan Qurban
Hari ini Selasa, tanggal 8 November 2011 SMPN 2 Bambanglipuro mengadakan acara penyembelihan hewan qur'ban. Nampaknya hal ini perlu diagendakan untuk dilakukan semua kelas baik kelas 7, 8 dan kelas 9 tiap tahun. Betapa anak-anak sangat menikmati acara. Lihat saja mereka mempersiapkan alat masak untuk memasak hewan qurban mereka. Dengan semangat 2011 mereka membawa kompor gas, peralatan dapur dan hiasan untuk penyajian. Sangat fantastik, semoga kita masih dapat bertemu lagi dengan Hari Raya Idul Adha. Memang hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 6 November 2011 tapi katanya sich kita masih dapat merayakan pada tanggal-tanggal tasryik, khususnya untuk penyembelihan hewan Qurban. Alhamdulillah ya...hari ini kita dapat mempersembahkan hewan sapi untuk dikorbankan, ini semua karena kerjasama yang baik antara para stake holder sekolah dan tentunya anak-anak. Anak-anak ayo...semangat buat masakan yang TOP BGT. Ok?
     Di samping ini adalah proses penyembelihan hewan Qurban, mau tau kenapa penulis tidak ada dalam foto? ya...betul karena penulis yang memfoto gambar tersebut sehingga tidak ada gambarnya. Harap maklum saja ya? Lagian juga ga penting - penting amat photo saya muncul. Biar penasaran maka saya tidak muncul he..he. Kalau dalam sebuah kisah film itu biasanya lakon itu muncul pada akhir - akhir kisahnya. Sebagai lakon gitulah, dia muncul seperti hero yang akan beraksi di akhir - akhir cerita sebagai orang yang ditunggu - tunggu. he..he.

MERINTIS CYBER CLASS DI SAAT LIBURAN

    Hal cukup menantang jika kita mampu menciptakan cyber class bagi siswa kita, apalagi jika dilakukan dalam masa - masa liburan. Artinya biarpun mereka baru libur tetapi ingat dengan materi pelajaran. Kalo bisa liburan yang edukatif sebab jika tidak dilakukan hal tersebut, banyak para guru yang mengeluh dengan sikap siswa setelah mereka libur panjang. Mereka, para siswa biasanya kalo habis liburan semangat belajarnya menurun, atau paling tidak kurang greget dalam belajar. Makanya hal seperti ini perlu menjadi perhatian kita semua sebagai guru. Apakah anda setuju? 
      Membuat cyber class bukan hal yang mudah tetapi juga bukan hal hal sangat sulit, tinggal kemauan untuk belajar. Kita tinggal pilih mau pakai aplikasi apa? Ada moddle, psikologi, Edmodo atau yang lain. Tinggal pilih mana yang sesuai untuk anda berdasarkan kemampuan dan kemauan. Yang jelas kalau bisa yang bisa digunakan untuk kelas tertutup, jangan terlalu terbuka seperti facebook atau twiteer. Kedua media sosial tersebut terlalu riskan digunakan untuk kelas maya. Kenapa? Karena ketika memberikan tugas atau penilaian maka hampir semua group yang tergabung akan mengetahui hasilnya. Sehingga tidak bisa menjamin kerahasiaan. Bagaimanapun kita perlu menjaga nama baik siswa kita dan juga harga dirinya. Kita tidak mungkin mempermalukan siswa kita di muka umum/ forum kan?
     Setelah anda memilih salah satu aplikasi di atas, silahkan pelajari dan sosialisasikan di kelas atau di depan para siswa. Setelah mereka mengetahui aturan - aturan dan teknik menggunakan maka pas hari libur anda bisa memulai meng-upload materi dan juga tugas - tugas. Alangkah baiknya juga jenis aplikasi ini yang dapat dihubungkan dengan mobile phone, khususnya SMS. Sehingga kalau ada tugas di share, maka siswa akan mengetahuinya melalui kiriman SMS yang diterima. Nantinya tidak ada lagi siswa yang beralasan tidak buka internet atau tidak tau kalau ada tugas yang diberikan secara online. Itulah kelebihan cyber class jika mau dilaksanakan, yang penting tetap kita juga harus menghormati liburan siswa. Tugas yang diberikan sesuaikan dengan kebutuhan dan tidak terlalu banyak menyita waktu siswa. Itu saja.

JALAN SEHAT SERAYU 2015


Istri and the Gank
Minggu, 22 Februari 2015, kampungku, Serayu mengadakan kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Karang Taruna "Tunas Harapan". Hari itu cukup meriah, karena hanya dengan uang Rp. 7.000,- sudah bisa ikut jalan sehat. Aku sendiri membeli 3 tiket utk keluargaku (aku, istri dan 1 anak). Pagi itu jam 07.00 WIB sudah banyak yang kumpul walaupun acara jalan sehat belum dimulai. Setelah jam menunjukkan jam 7.40 WIB acara mulai dibuka dengna pemotongan pita oleh bapak dukuh. Ga tau ide dari siapa itu, tetapi kayak latah dengan tradisi para pejabat Indonesia. Kalau tidak bisa dibilang lebay (baca: berlebihan). Tetapi biarlah memang begitulah Indonesia suka yang ceremonial berlebihan. Setelah pemotongan pita oleh bapak dukuh, acara dilanjutkan dengna jalan sehat. Jalan sehat mengambil rute jalan kampung,dari SD Serayu menuju dusun Sabrang Kali, Gedongan, melewati lapangan Trirenggo dan Jebugan kemudian kembali ke tempat semula. 
Tempat Pengumpulan Kupon Doorprize
     Kupon doorprize ternyata harus dimasukan dalam box yang berada di lapangan Trirenggo. Cukup cerdas aku rasa karena kalau dimasukan di tempat panitia, bisa - bisa cuma masukin tiket dan tidak ikut jalan sehat. Jadinya tidak sehat dunk. Kalau sudah begitu maka tidak berhasil dunk program pemerintah memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Ah..itu kan program pemerintah. Kembali ke progam pemuda yaitu jalan sehat, peserta cukup banyak bapak - bapak (yang ini tidak terlalu banyak), ibu - ibu nah ini yang banyak dan anak - anak. Anak - anak juga tidak terlalu banyak..wong mereka harus mempersiapkan diri untuk pintas di panggung kesenian. Panggung kesenian yang dipersiapkan untuk upacara HUT dan memeriahkan acara tersebut. 
   Setelah berjalan menurut rute yang ditentukan panitia, kami akhirnya sampai atau kembali ke tempat semula. Di tempat tersebut aku mendapat nasi kuning dan lauk - pauk serta segelas air mineral. Ya..lumayanlah untuk mengobati rasa lapar dan haus setelah berjalan kurang lebih 3 km. Setelah beberapa saat kami beristirahat, kegiatan selanjutnya segera dimulai. Hampir sama dengan acara dibelahan bumi manapun bahwa acara pertama adalah pembukaan. Kalau itu bukan tradisi luar negeri, maka hal itu menjadi tradisi di Indonesia. Seperti yang kita tau sambutan yang pertama dari ketua panitia, terus kepala dusun dan hiburan serta acara inti yaitu doorprize.
Ara in Action
Setelah sambutan - sambutan tadi, acara selanjutnya adalah hiburan tari - tarian dari anak - anak yang mengikuti les di paguyuban sekar pamujan. Sekar pamujan adalah semacam tempat les tetapi khusus untuk MC, Menyanyi dan Menari. Sekar pamujan ini sebenarnya didirikan belum lama, belum ada sebulan kayaknya, tetapi memang banyak anak - anak yang ikut les di situ. Jadi pada saat acara hiburan anak - anak, peserta tari dibagi dalam 2 kelompok: kelompok anak - anak TK kebawah dan anak - anak SD. Mereka semua menari dan menyanyi bersama - sama. Mereka nampak sangat menikmati.
    Setelah acara hiburan menari dan menyanyi selesai dilanjutkan dengan pengundian doorpirze. Untuk doorprize aku tidak pernah percaya bahwa namaku akan terpilih atau terpanggil. Belum pernah selama hidupku aku mendapat lotre atau undian. Aku ga tau kenapa. Mungkin namaku memang ga hoki atau memang Tuhan sayang padaku sehingga menjagaku agar tidak terkena barang - barang yang belum tentu kehalalannya. Kenapa tidak halal? Karena cara mendapatkannya dengan cara di lotre. Ok..kembali ke pengundian pertama, namaku atau nama keluarga ga ada yang muncul. Acara pengundian dihentikan dulu dengan diselingi hiburan, yaitu musik dangdut dengan penyanyi yang menurutku seksi. Mosok perempuan menyanyi memakai celana pendek sehingga seperti itulah. Wah..repot ini.
    Daripada menonton tontonan yang tidak baik untuk ditonton, aku memutuskan untuk pulang, sementara istri dan anak menungguinya. Mungkin menunggu doorprize. Aku akhirnya sampai rumah dengan berjalan kaki karena jarak rumah dan tempat acara tidak terlalu jauh. Beberapa saat kemudian istri dan anakku pulang menyusul sebelum acara selesai. Kita semua berada di rumah saja. Dari rumah kami (seolah -olah) mendengar nama kami di sebut. Tetapi biarlah daripada berlari - lari ke tempat acara dan sampai di sana sudah tidak bisa mengambil, karena terlambat, kami memutuskan untuk tetap bertahan di rumah. Tidak perlu mengejar doorprize, sebab bagi kami rejeki tidak akan tertukar. Jadi kalau sudah rejeki kita maka tidak ada orang yang mampu menahan atau menghentikannya. Itulah prinsip. Nah di sorenya, setelah acara selesai ada tetangga yang cerita bahwa memang nama kami di sebut dan katanya hadiah yang terakhir itu yang besar - besar. Jadi memang kami tidak beruntung dan kami tidak menyesal, memang itu bukan rejeki kami. Mungkin rejeki orang lain. TIdak ada penyesalan semua sudah ada garis hidup masing - masing. Benarkan?

DIMAS - DIAJENG SMPN 2 BAMBANGLIPURO (1)

Penulis dan Meilia (9E)
Setiap tanggal 20 tiap bulan, kabupaten Bantul mewajibkan para PNS (guru, TU dan Pegawai lain) untuk mengenakan pakaian tradisional. Nah bertepatan tanggal tersebut sekolah kita, SMPN 2 Bambanglipuro juga mengadakan pemilihan Dimas dan Diajeng tahun 2015. Hal tersebut dilakukan untuk memilih para kandidat yang mampu menjadi duta promosi SMP 2 Bambanglipuro. Yang nanti tugasnya adalah mempromosikan kelebihan dan keunggulan SMP kita dibandingkan dengan SMP - SMP yang lain. Mereka, para duta promosi akan mengiklankan SMP 2 Bambanglipuro pada siswa Sekolah Dasar.
     Hari itu sangat istimewa berhubung tanggal tersebut, kita mengadakan acara di atas, bertepatan dengan berdirinya kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Oleh karena itu hampir semua para pegawai di lingkungan pemerintahan Yogyakarta, mengenakan pakaian tradisional.
Penulis dan para fans
Nampak pagi itu para siswa bersemangat mengenakan pakaian tradisional. Ada yang memakai kebaya untuk yang putri dan yang putra mengenakan surjan. Tak lupa para putri mengenakan sandal selop, ada juga yang semangat sekali sampai merias wajah bak para pengantin putri. Malah ada juga yang mengenakan sanggul di rambutnya dan memasang bulu mata. Ah..pokoknya seru sekali.
      Para lelaki juga tak mau kalah, mereka memasangkan keris di pinggangnya, menambah gagah penampilan. Namun keseruan tersebut juga tidak terus meninggalkan jam pelajaran yang menjadi menu wajib. Mereka tetap mengikuti pelajaran sampai jam 8 pagi. Kata para guru, katanya sih, walaupun ada pelajaran para siswa tidak bisa konsen, mungkin terlalu bersemangat. Namun tak apalah yang penting mereka tetap ingat pelajaran Kemudian dilanjutkan seleksi para calon duta promosi dan Dimas Diajeng. Para juri memasuki setiap dan memilih para kandidat dengan cara mengamati secara fisik atau penampilan. Mereka memasangkan putri dan putra yang ada di kelas tersebut. Setelah selesai mendata dan memilih para calon. Mereka kembali ke kantor guru untuk membuat skema penilaian lanjutan. Mereka dipasangkan dengan kriteria para juri, jadi tidak boleh memilih sendiri pasangan yang dikehendaki. Semua ada aturan main sendiri, tidak boleh sembarangan. Ada tekniknya.
Kelas 9E in action with me
      Akhirnya jam 8 tepat mereka apel pagi, dengan berkumpul di halaman sekolah. Setelah sambutan sekilas dari bapak kepala SMPN 2 Bambanglipuro, Drs, Surur dilanjutkan pengumuman - pengumuman tentang kegiatan belajar mengajar hari itu dan juga di minggu - minggu berikutnya. Dan acara puncaknya..mungkin yang ditunggu - tunggu dan membuat acara semakin meriah yaitu acara Catwalk. Para kandidat duta promosi tadi diminta untuk berjalan di depan para siswa - siswi. Suasan menjadi gemuruh dan meriah dengan teriakan dan gelak tawa. Banyak para duta promosi yang cukup PD berjalan berdua tetapi ada juga yang masih malu - malu terutama, anehnya, yang putra. Padahal yang putri sudah bersemangat mau menggandeng tetapi yang putra menolak mentah - mentah. Saat itu ada banyak kandidat sehingga berjalan agak lama dan saat itu juga ada wartawan, koran maupun televisi, yang ikut meliput acara di SMPN 2 Bambanglipuro. Ah..andaikata tahun depan kita ulang lagi pasti sangat berkesan untuk para guru maupun para siswa.

Sabtu, 21 Februari 2015

AMT DI SMPN 2 BAMBANGLIPURO

Pak Eko Prasetyo, M.Psi - Edu Trainer
Hari Sabtu, 21 Februari 2015 merupakan hari yang sangat mengharukan sebab baru pertama kali ini  mengadakan event Acheivement Motivation Training (AMT) yang melibatkan orang tua. Artinya orang tua menunggui anaknya yang mengikuti AMT, dimana mereka di sadarkan untuk mencintai dan juga meningkatkan motivasi belajar. Sehingga harapannya nilai mereka, nilai Ujian Nasional mereka dapat meningkat signifikan. Mereka di sadarkan se-sadar sadarnya, senangis nangisnya sehingga di akhir acara hampir seluruh siswa dan orang tua menangis dan berpelukan mencurahkan segala uneg -uneg yang selama ini ada.Ugh..semua nampak keharuan termasuk bapak - ibu guru juga terhanyut dengan isi materi Pak Eko Prasetyo, M.Psi. Luar biasa sedih, sendu dan mengharu biru.  Semua merasa terhanyut dan larut dalam kesenduan hari itu.
   Acara diawali dengan motivasi dari Ganesha Operation yang disampaikan dengan bagus oleh pak
Anak - anak hanyut dalam sugesti Pak Eko
Fajar selama kurang lebih 1 jam. Kemudian dilanjutkan dilanjutkan sambutan oleh kepala SMPN 2 Bambanglipuro, Drs. H. Surur yang mengupas tentang Ujian Nasional. Karena memang acaranya adalah sosialisasi Ujian Nasional dan dilanjutkan AMT. Dari data tamu undangan atau orang tua yang hadir hampir 90% orang tua hadir. Ini memang yang diharapkan agar bisa disatukan antara visi anak, visi orang tua dan visi sekolah sehubungan dengan Ujian Nasional. Dengan kesamaan keinginan tiga aspek itu maka hambatan yang menghadang bisa dicarikan solusi secara bersama. Ketiga unsur tersebut bisa saling mendukung dan mensukseskan agenda UN dengan nilai yang maksimal. Acara terakhir yaitu acara inti adalah AMT, dimana siswa diajak untuk merenungi tentang tujuan mereka dalam belajar mengajar. Bagaimana mereka harus menghargai orang tua dan para guru. Tanpa orang tua dan guru mereka tidak mungkin mencapai kesuksesan dalam hidup ini. 
Suasana haru Ayah - Anak
Mereka distelkan lagu - lagu yang beatnya sama dengan detak jantung, kemudian dipilihlah lagu yang mempunyai hentakan yang pelan dan ketukan tertentu yang bisa menghanyutkan perasaan. Jadi wajarlah bila para siswa satu - persatu terjatuh, posisi semula mereka adalah duduk dengan kaki lurus ke depan, kemudian mereka mulai rebah pelan ke belakang. Atraksi selanjutnya pak Eko mensugesti dengan kehadiran orang tua, terutama seorang ayah yang datang denga segala pengorbanan. Kemudian ayah tadi pelan - pelan pergi meninggalkan anaknya. Nah ... disinlah anak - anak mulai menjerit histeris karena ditinggalkan ayahnya. Ketika anak - anaknya menjerit dan menangis, para orang tua yang berada dilantai atas melihat dan ikut menangis.
     Kemudian pak Eko menenangkan kembali para siswa ke keadaan semula. Setelah tenang pak Eko kembali mensugesti dengan menghadirkan seorang sosok ibu. Sosok ibu datang dengan semua kelebihan dan keterbatasan, dia datang dengan perjuangan yang super hebatnya ke anak. Kemudian ibunya juga pelan - pelan meninggalkannya. Kembali para siswa menjerit histeris, sekeras - keras karena tanpa mereka sadari, mereka ada yang menangis meraung - raung. Setelah itu pak Eko menenangkan kembali. Suasana kembali tenang dan hening. Terakhir pak Eko mensugesti anak tentang perjuangan dalam mengerjakan UN. Dan akhirnya mereka berhasil mencapai kelulusan UN dengan nilai maksimal. Semoga happy ending untuk semua.