Kamis, 28 Maret 2019

PEMENANG LOMBA BUKU BAHAN LITERASI 2019

    Pada bulan Februari 2019 lalu, aku mengikuti Lomba Bahan Literasi dalam rangka Gerakan Literasi Nasional (GLN). Kali ini lomba diadakan oleh Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur. Nah, berhubung tidak ada batasan domisili maka aku pun ikut mendaftar. Wong kesempatan bagus iya kan? Siapa tahu bisa menang, kan lumayan. Wong, juara 1 saja sampai 17 juta lho. Nah lomba kali ini dibagi menjadi 3 kategori yaitu buku bacaan anak untuk usia 3 - 4 tahun, usia 5 - 6 tahun dan usia 7-8 tahun.

    Aku pun semangat 45 untuk mengikuti lomba ini. Sampai aku bela-belain pesan ilustrasi lho. Untungnya ilustrasiku tidak terlalu mahal sebab sudah berlangganan. Setelah ilustasi jadi, terus aku kirimkan ke orang yang bisa layout. Gratis? Ha ... ha .. ya bayarlah. Tidak cukup di situ saja pengorbanan, wkwk pengorbanan. Yang jelas aku mengeluarkan Rp. 400.000,- Cukup banyak kan? Ya, begitulah jenis lomba ini. Modal harus keluar di depan. 

      Akhirnya semua naskah lengkap dan bagus terkirim, kemarin tanggal 25 Maret pengumuman pemenang pun muncul dan inilah hasilnya. Bagaimana denganku? Tentu saja belum beruntung. Ha .. ha ... belum menang ketawa-ketiwi. Jelas dong, daripada stress dan kecewa. Ya, santai saja kali. Berikut para pemenang Lomba Bahan Literasi untuk kategori usia 3 - 4 tahun. Apakah kamu ada yang kenal pemenangnya?

Nama Pemenang Buku Anak
    Bukan curiga sih, tetapi di WA Grioup penulis GLN 2018, para pemenang GLN tahun 2018 tidak ada yang menang dalam lomba tersebut. Jadi kemungkinan nama-nama pemenang adalah putra-putri daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagaimana dengan pemenang bahan bacaan usia 5 - 6 tahun? Berikut para pemenangnya. Apakah nama-nama pemenangnya familiar sebagai penulis buku anak? Bukan suuzan lho ya? Wkwk.

Nama Pemenang Penulis Buku Anak usia 5-6 tahun


      Kami tidak masalah sih dengan para pemenang tetapi lain kali kalau memang orang luar daerah tidak bisa menang, maka lomba jangan dibuka secara umum. Tetapi kami ikhlas kok, karya kami bisa dimanfaatkan untuk anak-anak di NTT. Siapa tahu itu menjadi ladang pahala bagi kami. Waktu itu aku juga mengirim karya bahan bacaan yang diperuntukan bagi anak-anak usia 7- 8 tahun. Dan pemenangnya adalah sebagai berikut:

Pemenang untuk usia 7- 8 tahun


    Enggak ada namaku kan? Begitulah dalam perlombaan, senang atau tidak senang, puas tidak puas, menang atau kalah, harus kita terima hasilnya. Tahu kan kalau di atas langit masih ada langit. Artinya banyak penulis yang hebat yang jarang muncul dan diperbincangkan tetapi bisa memenangkan perlombaan ini. Kita harus berpikiran positif dan sportif. Betewe, selamat untuk para juara, semoga terus menulis dan menginspirasi banyak orang lewat tulisan. Amin. Salam literasi. 

CARA MENGHADAPI TEMAN KERJA YANG SYIRIK

   
    Apakah kamu orang yang bekerja di kantor atau perusahaan? Bila iya tentu kamu harus selalu berinteraksi dengan banyak orang. Nah, di antara banyak orang tersebut tentu ada yang suka dan tidak suka. Bahkan saat kita diam pun kalau tidak suka ya tidak suka. Biasanya mereka akan kasak-kusuk di belakang kita. Terus memengaruhi teman-teman agar juga sinis terhadap kita. Atau paling tidak mencari bolo atau teman untuk membenci segala tindakan kita.

   Iya sih kadang hal seperti ini bisa memengaruhi kita bila kita tidak kuat. Bahkan bisa juga berakibat lebih fatal. Kita jadi nglokro dan tidak semangat sebab merasa apa yang kita lakukan sia-sia. Tidak pernah dihargai apalagi diapresiasi. Kita baik salah, kita jahat lebih salah. Pada saat kita selalu mengalah malah semakin diinjak-injak, begitu kita garang dan berani, eh kita dijauhi, alasannya kita galak dan tidak bersahabat. Jadi serba salah kan? 

    Nah, untuk menghadapi rekan kerja yang selalu iri, aku mempunyai solusinya. Apakah solusi bisa manjur, bagiku sih iya. Apakah sih solusiku? Hum, kalau kujabarin di sini terlalu panjang dan mungkin kamu kelamaan di laptop. So, baiknya kamu baca deh di buku ini. Sebab kamu bisa baca sambil tiduran (meskipun ini tidak dianjurkan). Kamu juga bisa membaca sambil mencium-cium bau kertas buku yang memiliki bau yang khas. Atau kamu juga bisa tahu banyak bagaimana menghadapi setiap masalah sebab di buku ini terpampang berbagai kisah yang tentu oleh penulisnya sudah selesai dan tuntas. 

  Ya, buku ini telah menjawab persoalan para penulisnya. Bagaimana denganmu? Masih punya masalah dengan orang-orang sekitar. Bila tertarik buku ini, kontak saya ya? :D 

WOW! LOMBA PHOTO DAN VLOG BERHADIAH 225 JUTA

     
    Lomba kali ini ada 2 macam yaitu lomba vlog dan lomba photo. Jadi bagi kamu yang hobi nge-vlog dan berselfie ria, nih ada tantangan. Kalau selama ini nge-vlog dan ngerekam kegiatan hanya untuk gaya-gayaan dan kurang menghasilkan, coba deh diikutkan dalam lomba ini siapa tahu bisa meraih hadiah yang menggiurkan. Bener gaes, hadiahnya menggiurkan, wong 225 juta. Kebayang kan? Kalau misalnya dapat, sudah terbayang belum? :D
    Tapi aku enggak bisa nge-vlog?
     Tenang lomba ini bukan hanya tentang vlog kok, ada juga lomba photo. Baiklah tidak perlu banyak cing cong, langsung saja simak syarat-syarat berikut. Lomba ini diadakan oleh Wonderful Indonesia Photography Contest. 
  • Lomba Terbuka : Itu artinya lombanya bisa dikirimkan dengan media apa saja. 

  1. Lomba Vlog: Lomba ini menggunakan media Youtube atau Instagram yang kamu punyai. Untuk tema lomba Vlog yaitu Pesona Indonesia.
  2. Lomba Photo : Lomba ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan media Instagram. Jadi kalau kamu belum memiliki Ig, so cepetan buat ya? Sebab lomba ini hanya sampai tanggal 30 April 2019. 

       Tema Lomba Photo : Wisata Atraksi Tradisional
       Selain itu, untuk lomba yang tertutup apa dong?

  • Lomba Tertutup : Lomba tertutup ini hanya untuk Lomba Photo saja. Dan kamu hanya dapat ikut dengan cara  masuk ke website panitia di www.wipcontest.com 
         Untuk lomba yang tertutup ada 3 tema yaitu:
  1. Atraksi Tradisional Indonesia
  2. Aku dan Tradisi
  3. Pesona Indonesia

    Mudah kan temanya? :D Aku yakin kamu tidak ada kesulitan. Apalagi kalau ingat besarnya hadiah. Katanya sih, lomba ini diadakan oleh Ikatan Alumni ITB80 dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pantesan hadiahnya besar banget ya? Masih penasaran info detailnya? Silakan langsung klik web www.wipcontest.com Oke semoga beruntung ya? 

Rabu, 27 Maret 2019

SERUNYA! WARDAH INSPIRING TEACHER

    Pagi itu aku berangkat dari rumah pukul 7. Tempat kegiatan Wardah Inspiring Teacher hanya 30 menit dari rumah, tidak terlalu jauh. Jadi sampai tempat acara 7.30 teng. Begitu masuk lobby Hotel Gallery Prawirotaman, aku menuju resepsiones. Oleh resepsionis aku disarangkan untuk langsung ke panitia untuk melakukan pendaftaran. 
     
      "Aku kepagian ya, Mbak?" tanyaku kepada mbak penjaga meja registrasi.

     "Malah bagus, Pak," hibur salah satu mbak panitia.

    Begitu tahu, aku mau masuk ruangan yang tadi banyak panitia Wardah di dalam, langsung mereka keluar. Jadi hari itu aku menjadi peserta yang datang pertama kali. So, aku pantas menjadi peserta terajin kan? Aku pantas terpilih sebagai guru inspiratif dalam soal waktu. wkwk
                                                 ***
    Sesuai agenda yang sudah dishare di WA, bahwa acara pagi ini dimulai pukul 9 pagi. Benar saja, pukul 9 acara sudah dimulai. Dua pembawa acara, sudah stand by dan memulai membuka acara. Hari itu, kegiatan wardah dibuka oleh bidang kurikulum Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY. 


Bu Didi menyampaikan materi
  Setelah pembukaan dari Dikpora, acara langsung dilanjutkan dengan para narasumber dari psikolog, Bu Anisa. Ibu ini mengajarkan bagaimana caranya agar kita PD sebagai guru. KePDan guru bisa ditunjang oleh penampilan dan pemahaman guru terhadap siswa. Beliau menyampaikan beberapa kasus yang terjadi di sekitar kita tentang pendidikan, termasuk pengaruh gadget dalam pendidikan di rumah dan sekolah. 



       Selanjutnya, acara Wardah Inspiring Teacher berlanjut dengan para narasumber dari Kampus Guru Cikal (Pak Aye dan Bu Didi). Beliau mengajarkan bagaimana membuat media pembelajaran yang menarik. Kami dibuat group yang terdiri dari 5 group; group SD (ada 2), group SMP, group SMA, group SMK (ada 2). Kami harus mempresentasikan media yang kami rancang.


Pemenang Presentasi Terinspiratif

    Ada salah satu anggota yang didaulat untuk presentasi. Sementara guru yang lain membantu dan mempersiapkan. Dari kelima group tersebut, dipilih 3 group terbaik yaitu group ide terbaik, group terkompak dan group terinspiratif. Group kami terpilih sebagai group terinspiratif. Alhamdulillah, group kami dapat tambahan oleh-oleh. Terimakasih @wardahcosmetic

Kamis, 21 Maret 2019

WARDAH INSPIRING TEACHER 2019

    Berbekal rasa PD, halah wkwk, aku mengikuti seleksi guru menginspirasi dari Wardah. Berhubung tadinya ada orang yang berbaik hati memberi informasi tentang lomba ini, ya sudah ikut saja. Toh, syaratnya enggak susah susah amat. Malah ketika sharing kepada beberapa orang, dapat sambutan positif. Ya, sudah ikut deh lomba ini. 
   
     Lomba Wardah Inspiring Teacher (WIT) rutin diadakan setiap tahun. Dulu pernah sih, tahun 2018, lihat Pak Nurbowo dan kepingin untuk ikut. Eh, nasib baik datang tahun ini. Setelah ada beberapa orang yang merekomendasikan ke panitia Wardah. Untuk ini, aku harus berterimakasih kepada beberapa orang (Bapak Agus Ramea, Mbak Nasri dan Yulia) yang secara suka dan rela mengusulkan diriku.

    Gayung bersambut. Sore itu, 20 Maret 2019, aku mendapat kabar. Tepatnya mendapat DM dari panitia kalau aku lolos sebagai salah satu dari 50 orang yang terpilih. Tentu senang dong aku. Langsung deh aku sujud syukur. Dalam DM tersebut, aku dimintai nomor HP untuk komunikasi selanjutnya. Benar saja setelah kukasih nomor HP, mbak panitia, Mbak Fifi meminta alamat email. Sebab katanya beliau mau kirim undangan dan prosedur acara. 

    Hari ini Sabtu, 22 Maret 2019 aku harus datang ke Prawirotaman Galery Hotel untuk mengikuti workshop. Katanya dalam workshop ini diisi oleh pakar-pakar dalam bidang pendidikan. Alhamdulillah, aku bisa menimba ilmu dari para tokoh tersebut. Lagian hal ini sangat penting untuk peningkatan pengetahuanku tentang pembelajaran atau pendidikan. Kan sekarang pendidikan selalu dinamis dan berkembang pesat. Jadinya ya kita harus ikut berlari agar tidak tertinggal. Katanya berlari saja masih sering tertinggal. Ha... ha ...

Para peserta WIT 2019 Yogyakarta


    Baiklah, aku akan berupaya sebaik mungkin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Minimal aku mendapat banyak pengetahuan baru, kawan baru dan ilmu baru. Tidak ada yang sia-sia kalau kita mau bergerak dan berkarya. So jangan sampai malas membuatmu enggan berkarya dan berprestasi. Bismillah, siap menimba ilmu. 

Minggu, 10 Maret 2019

PERSIAPAN AKREDITASI SEKOLAH TAHUN 2019

   Hari ini, Minggu, 10 Maret 2019, aku mengikuti Workshop Penjaminan Mutu Dalam Rangka Kegiatan Pembinaan Kelembagaan Bidang Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY. Enggak tahu kenapa yang ditunjuk aku oleh bu kepala sekolah. Mungkin aku terlihat menganggur atau mungkin tidak ada yang lain atau mungkin juga yang pada enggak mau sehingga aku pilihan terakhir. Eaa, pilihan terakhir.
Tempat Worskhop Tirta Kencana Hotel

     Kegiatan workshop berlangsung di Tirta Kencana Hotel selama 3 hari. Workshop berlangsung mulai hari Minggu, iya hari Minggu. Namun Minggu siang sih, dan nanti berakhir pada hari Selasa. Pas hari Minggu datang, tampaknya aku agak terlambat sebab acara pembukaan sudah dimulai. Tanpa membuang waktu lama, aku langsung registrasi ke panitia. Kamar? Untuk urusan kamar nanti dulu ah, lebih baik gabung dulu dengan peserta yang lain. Lagian pembukaan sudah dimulai. 
      Akhirnya aku masuk dan tra lala. Di dalam sudah penuh dengan utusan sekolah masing-masing. Malah siang itu aku dapat tempat duduk paling belakang. Saking telatnya, aku duduk di kursi paling belakang bersama para narasumber wkwk. Hebatnya diriku. Lagian biasanya acara tuh, agak telat tetapi kenapa ini on time betul. Eh ... tetapi ada juga ding yang lebih telat dari aku. Horee ...
    Tahun ini ada banyak sekolah yang akan disupervisi. Ya namanya Akreditasi itu menakutkan bagi sekolah. Bagaimana tidak, kan nanti bila penilaian kurang maka penilaian akreditasi bisa kurang. Yang semula nilainya A+, bisa jadi A, atau A-. Bahkan yang paling menakutkan adalah penilaian akreditasinya B. Bukannya enggak bagus sih, tetapi itu artinya menurun. Itu artinya sekolah tersebut menurun pelayanannya. 
     Dalam mengisi data akreditasi melalui SisPena (Sistem Informasi Penilian Akreditasi) sekolah ini, jelas harus paham apa yang dibutuhkan. Tidak seperti saya yang tidak tahu blas. Wong ditugaskan juga dadakan. So bukan hanya tahu yang dadakan, tugas akreditasi ini juga dadakan. Eh, kalau tidak dadakan juga enggak mungkin persiapan juga ding, wong belum pernah. Jadi ini masih meraba-raba, apa sih yang dibutuhkan.
Kegiatan Workshop Penjaminan Mutu

     Lalu apa yang dibutuhkan:

  1. NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) : Ini digunakan untuk masuk ke aplikasi. Tahu kan seperti apa? 
  2. SERTIFIKAT AKREDITASI (bila sudah pernah memperoleh): Surat ini difoto atau discan, baik depan maupun belakang. Ini digunakan untuk pemutakhiran data.
Contoh Sertifikat Akreditasi (tampak depan)
Contoh Sertifikat Akreditasi (tampak belakang)
       3. SURAT PERNYATAAN KEPALA SEKOLAH
           Pernyataan kepala sekolah ini berhubungan dengan pengesahan kurikulum sekolah. Jadi pas halaman depan kurikulum tersebut discan atau difoto dan diupload di Sipena.
       4. DATA NILAI 9 STANDAR (Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian Pendidikan). Jadi kalau sudah ada nilai, baik yang sudah diprint maupun yang ada di file, maka akan mempercepat memasukkan data akreditasi.
     Data ketiga di atas dibutuhkan untuk menyelesaikan item penilaian yang ada di setiap standar. Jadi mending gitu deh sebelum ikut workshop akreditasi dan biar tidak plenggang-plenggong tidak tahu apa yang harus dilakukan. Eh, ternyata tidak itu saja yang dibutuhkan lho. Ada lagi? Ada 2 yaitu listrik yang tidak bar bet dan akses internet yang lancar jaya. Kedua unsur tersebut jangan dilupakan ya, sebab sangat utama. Termasuk pas aku workshop, eh listrik mati. Terus nyala lagi, terus mati lagi. Bikin sebel kan? wkwk

Senin, 14 Januari 2019

LOMBA FOTO DAN CERITA BERHADIAH 300 JUTA

     Kali ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menggelar lomba foto dengan hadiah yang fantastik. Tidak main-main, hadiahnya 300juta dan dibagi untuk 18 pemenang. Masih banyak kan dapatnya? Lomba ini kerjasama dengan BRI (Bank Rakyat Indonesia). 
     Lomba yang bertajuk "LOMBA FOTO & CERITA WASTRA NUSANTARA di 10 BALI BARU." 

    Apa itu Wastra Nusantara?Silakan googling. Kalau enggak salah Wastra itu artinya Kain. Apa yang perlu kamu lakukan? Kamu harus mengunjungi salah satu (atau lebih) tempat dari "10 Bali Baru" dan membuat karya di sana. Apa saja itu 10 Bali Baru? Nah, ini nih yang masuk 10 Bali Baru. 
  1. Great Jakarta;
  2. Great Bali;
  3. Great Kepri;
  4. Joglosemar (Yogyakarta, Solo dan Semarang);
  5. Bunaken - Wakatobi - Raja Ampat;
  6. Medan;
  7. Lombok;
  8. Makasar;
  9. Bandung;
  10. Makasar;
  11. Banyuwangi.
    Loh, kok jumlahnya 12? Katanya 10 Bali Baru? Mungkin yang 2 sudah masuk Bali jadi tidak ikut dihitung ya? Sudah, yang penting lombanya nyata, terpercaya dan hadiahnya besar. Itu yang lebih penting. Lalu apa yang kita lakukan di sana? Kita bisa ambil foto di tempat-tempat tersebut. 
    
    Saat foto di tempat tempat tersebut (atau salah satu saja), pastikan modelnya manusia. Sebab menurut ketentuan harus objek mode manusia. Kemudian model tersebut menggenakan kain nusantara dari daerah setempat atau dari daerah provinsi lain. Jangan lupa pemakaian kain dikreasikan semenarik mungkin. 
   Itu untuk Lomba Foto, sementara untuk lomba membuat cerita, kamu bisa memilih sebuah cerita singkat dan menarik tentang destinasi serta kain yang digunaan. Ingat DESTINASI dan KAIN. Terakhir, foto dan ceritamu diposting di Instagram dan Facebook, lalu viralkan di Twitter. Kalau belum punya Twitter? Buat gih? Mau menang enggak? Mau duit puluhan juta enggak? Wkwk.

    Ingat ya, akun Instagram, Facebook dan Twitter tidak boleh diprivate. Sebab para dewan juri akan menilai. Kamu juga tidak boleh lupa untuk follow dan mention akun @kemenpar dan @pesonaid_travel. Ketentuan caption postinganmu; NAMA DESTINASI, NAMA KAIN dan DAERAH ASAL serta cerita menarik tentang destinasi dan kain tersebut.

    Cukup jelas kan? Terakhir (Ya Alloh, terakhir terus?). Iya nih lomba ribet banget. Maklum, hadiahnya super besar jadi dibuat ribet wkwk. Setiap postingan karyamu beri hastag  
#LombaFotoDanCeritaWastraNusantaraDi10BaliBaru, #PesonaWastraNusantaraDi10BaliBaru,#PesonaWastraNusantara, #TheHeartOfWonders, #PesonaIndonesia dan #WonderfulIndonesia,” 

    Kapan lomba ini ditutup? Lomba akan ditutup : 7 Maret 2019

   Masih cukup banyak waktu kan? Sedangkan ada kriteria khusus untuk foto yang mau diupload di sosial media.
  1. Foto harus berwarna
  2. Karya orisinil tanpa bingkai dan watermark.
  3. Foto tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, politik dan hoaxs
  4. Foto dan cerita belum pernah menjuarai di lomba yang lain.
  5. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 foto dan cerita.
  6. Penyuntingan (editing) minor boleh dilakukan, namun sebatas cropping, koreksi kontras dan warna.
   Oiya gaes, ternyata di samping kita upload di media sosial kita, kita juga perlu mengirimkan foto dan cerita ke panitia. Di mana kah alamatnya? 

email : wastranusantaradi10balibaru@gmail.com

    Dalam pengiriman karya jangan lupa sertakan biodata diri (Nama, alamat sesuai KTP, nomor telepon dan akun medsosmu -Instagram, Facebook, Twitter-)
   
    Dan ini yang menarik, tentu hadiahnya.
  • Juara 1 : Rp. 100juta
  • Juara 2 : Rp. 30juta
  • Juara 3 : Rp. 20juta
  Ditambah juata per kategori di Instagram, Facebook dan Twitter;
  • The Best Photo : Rp. 10juta
  • The Best Story : Rp. 10juta
  • The Best Promotion : Rp. 10juta
    Oke teman-teman selamat berlomba dan semoga sukses. Kalau aku belum tahu mau ikut atau tidak. Sebab belum punya ide nih. :D

DIBUTUHKAN PENULIS BACAAN ANAK DARI SULAWESI

      Ada kabar bagus nih bagi penulis bacaan anak. Meskipun penulis yang dibutuhkan itu penulis anak dari Sulawesi tapi tidak ada salahnya kamu tahu. Siapa tahu, temanmu ada yang dari Sulawesi, siapa tahu ada saudaramu dari Sulawesi. Dan siapa tahu ada tetanggamu yang menjadi penulis buku anak. So, tunggu apa lagi. Tidak mesti kamu kan?

   Jadi tidak ada salahnya mengetahui syarat-syarat berikut. Acara ini diadakan sebab akan ada Bimbingan Teknis "Seri Pengenalan Budaya Kepercayaan dan Tradisi" Kementerian Pendidikan Indonesia tahun 2019. Panitia dan Forum Penulis Bacaan Anak mencari 12 penulis dari wilayah Sulawesi. 
     Ada pun 12 penulis yang diharapkan adalah
  1. Sulawesi Utara : 2 orang
  2. Gorontalo : 2 orang
  3. Sulawesi Tengah : 2 orang;
  4. Sulawesi Utara : 2 oran;
  5. Sulawesi Barat : 2 orang;
  6. Sulawesi Selatan : 2 orang
      Itu jumlah penulis yang dicari di wilayah Sulawesi. Lalu apa syarat-syaratnya?
  • Berdomisili di Wilayah Sulawesi 
  • Menulis contoh Cerita Rakyat dan Upacara Adat khas wilayahnya (masing-masing minimal 3 halaman)
  • Sertakan CV lengkap plus foto
  • Kirim Cerita dan CV melalui email: modetaror.pba@gmail.com dengan judul email: Seleksi Bimtek 2019 [nama]_[asal daerah]
  • Cerita dan CV dikirim paling lambat tanggal 26 Januari 2019
     Nah, setelah lengkap syarat-syaratnya, segera kirimkan. Sebab nanti bila kamu lolos, kamu akan mengikuti Bimtek di Jakarta atau Bogor. (Waktu Bimtek menyusul). Lalu yang menarik adalah semua fasilitas (workshop, biaya perjalanan dari rumah ke Jakarta/Bogor, terbit buku dan honor) akan kamu peroleh.
     
      Cukup menarik kan? Apalagi kegiatan ini bisa kamu ikuti secara gratis..tis. Betewe, andai aku berasal dari Sulawesi tentu aku akan ikut. Entah lolos atau tidak, yang penting dicoba terlebih dahulu. Sebelum dicoba bukankah kita tidak akan pernah tahu? 


BUKU-BUKU PEMENANG LOMBA GERAKAN LITERASI NASIONAL TAHUN 2018

 
   Tahun kemarin, aku pernah mengikuti dan lolos seleksi lomba Bahan Bacaan Literasi. Dari 4.000 an peserta tersaring 78 naskah, termasuk naskahku. Setelah berjuang, dari pertemuan 1 yaitu revisi naskah Badan Bahasa Kemendikbud dan pertemuan 2, revisi dari puskurbuk, Alhamdulillah, naskahku lolos keduanya.

    Dan sekarang bukuku, dalam bentuk pdf bisa didonlot secara gratis di link ini. Inshaalloh, buku buku ini (yang telah lolos kurasi ini) bisa dimiliki semua orang. Ini bebas, legal dan terpercaya. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang ingin membaca bukuku yang berjudul "Aku Terbatas Namun Tanpa Batas" bisa donlot link ini. 


   Bagi teman-teman yang ingin memiliki dan membaca buku yang lain bisa klik link berikut. Di situ sudah ditampilkan semua naskah yang layak baca. Tinggal donlot dan baca sesukanya. Ada banyak buku lho. Jadi enggak nyesel deh dapat file-file buku yang keren dan terpercaya. Wong semua naskah ini sudah terseleksi kok. Lalu tunggu apa lagi, klik tautan berikut ya?


   Hum, gimana sudah lihat semua tampilan buku-buku keren tersebut? Baca dan pelajari naskah naskah tersebut dan persiapkan untuk mengikuti seleksi Lomba Bahan Bacaan tahun 2019 ini. Yuk, nulis. 

Kamis, 10 Januari 2019

LOMBA MENULIS SURAT HADIAH TOTAL 10 JUTA TAHUN 2019

   Kali ini lomba dari relawan salah satu Capres (Calon Presiden) enggak masalah kan? Meskipun mungkin berbeda dengan pilihanmu, namanya lomba tetap lomba. Yang penting lomba, yang penting nulis. Gitu saja ya? Lalu lomba apa nih?
    Lombanya gampang nih. Serius gampang? Wkwk bisa jadi. Kan cuma nulis surat. Ya, Lomba kali ini
Lomba Menulis Surat untuk Prabowo-Sandiaga. 

Gampang kan? Yang susah itu untuk menangnya. Lomba kali ini diadakan oleh PRIDE (Prabowo Sandi dan Prabowo Digital Team Aceh. Jangan tanya kok singkatannya begitu. STOP. Pokoknya lomba ini tidak akan membahas cebong dan kampret. wkwk. Kapan terakhirnya? 

Terakhir diterima tanggal 15 Februari 2019.

Semua orang boleh mengirimkan. Tidak ada batas usia dan pilihanmu. Mau kamu pilih Jokowi atau Prabowo semua boleh ikutan. Lalu kemana ngirimnya? 

Kirim saja ke Email : dear.prabowosandi@gmail.com
Tema : Bebas. 

     Namun saran saya, tetap mengacu pada judul menulis surat maka sistematika seperti surat ya? Dan dalam lomba ini ditekankan isinya tentang harapan dan cita-cita untuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bila mereka diberi kesempatan memimpin.

    Mulai sekarang deh mencari ide menulis surat. Apakah isi suratmu berisi gagasan yang ingin disampaikan kepada mereka berdua? Apakah hanya berupa pesan saja. Atau bisa juga sih kesan atau pandanganmu saat bertemu dengan Prabowo atau Sandiaga. Hayo pernah ketemu belum? Sana gih. Ketemuan dulu. Eh, atau kamu tulis tentang idemu saja ding, lebih original dan tentu berguna bagi calon presiden tersebut. Siapa tahu kamu dapat 10juta. 

LOMBA ESSAY HADIAH KE SINGAPURA TAHUN 2019

    Ini gaes ada lomba yang super keren. Hadiahnya jalan-jalan ke Singapura. Meksipun dekat tapi tetap saja, itu luar negeri. Lagian belum pernah kan? Ha..ha Namun sayangnya, lomba ini hanya untuk pelajar, khususnya pelajar tingkat SMA. Jadi kalau kamu sudah lulus SMA atau seperti saya tentu sudah expired untuk ikut ini. 

    Siapa sih mengadakan lomba ini? Hum, dari infonya sih PWI, itu tuh Persatuan Wartawan Indonesia. Jadi PWI pusat? Bukan. Infonya sih PWI Kabupaten Gresik. Dan kamu tahu tidak yang dipilih itu banyak sekitar 99 naskah. 99 naskah itulah yang nanti akan dibukukan. Meskipun harapan atau target naskah 2019. Wuih banyak banget tapi yang diterima kok cuma 99? Enggak papa kan?

    Bagi kamu yang tulisannya terbaik, nanti akan diberangkatkan ke Singapura plus wisata edukasi. Jadi bukan wisata hura hura saja namun tetap ada nilai edukasi, wong kalian masih SMA kan? Tahu enggak sih, kalau lomba ini dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 73. 

    Lalu tema lomba Essay ini apa? 

SATU SEMANGAT KEBANGSAAN UNTUK INDONESIA

   Hari penganugerahan pemenang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.  Jadi pantengin terus informasi ini. Klik saja link PWI Kabupaten Gresik atau web DPRD Gresik sebab lomba ini kerjasama dengan DPRD Gresik. Tentang kriteria dan juga ketentuan yang lain bisa dicari di sana. 


Selasa, 08 Januari 2019

LOMBA KIR TAHUN 2019

   Bagi kalian para pecinta KIR dan pembimbing KIR nih ada lomba bagi kalian. Lomba ini diperuntukan bagi siswa tingkat SMP/MTs, SMA/SMK/MA. Waktu pelaksanaan masih lama, masih tanggal 27 April 2019. Namun sayangnya lomba ini hanya diperuntukan bagi siswa di Jawa Timur. Jadi ya, memang lombanya untuk siswa se-Jawa Timur.

    Berapa hadiahnya? Hum, coba deh hubungi narahubung yang ada di bawah flyier berikut. Eh, iya lomba ini macam macam jenisnya ya. Ada Lomba Robotika, Lomba Membuat Buku Cerita dan Mendongeng untuk Guru PAUD/RA dan SD/MI. Ada juga lomba bagi anak-anak PAUD/RA dan SD/MI yang berupa Lomba Menggambar dan Mewarnai. Terakhir acaranya bukan lomba tetapi Seminar Pendidikan.

    Jadi kalau Anda seorang guru maka Anda bisa mengikutkan siswa untuk lomba dan Anda juga bisa ikut. Atau Anda menyuruh siswa lomba dan Anda ikut seminar. Gimana, keren kan? Yang jelas win win solution. Dua-duanya diuntungkan. Ya guru, ya siswanya. Sepakat?


     Jadi lomba apa yang ingin Anda ikuti? Atau jangan jangan Anda ingin ikut semua wkwk. Enggak papa kan kemaruk demi kebaikan dan hadiah. 

LOMBA MENULIS BUKU ANAK TAHUN 2019

   Hai..hai. Ada lomba baru nih. Sayembara Penulisan Bahan Literasi dalam rangka Gerakan Literasi Nasional. Kalau tingkat nasional ada, nah kali ini dari tingkat lokal meskipun diperuntukan bagi semua orang. Dan yang penting, meskipun hanya dari lokal, Nusa Tenggara Timur (NTT) namun hadiahnya tidak main-main. 17juta men. 
 Gambar di atas diambil dari akun Instagram, cukup jelaskan?

Ketentuan yang perlu dipatuhi seperti di atas ya?

Kriteria khusus untuk lomba terbagi dalam tiga kategori seperti di atas.

    Ingat. Hanya ada 3 kriteria pemenang. Jadi tidak ada juara harapan, kalau cuma berharap juara boleh sih. Ha..ha. Sudah mulai ngiler dengan hadiahnya. Segera buat dan kirimkan. Kemana? Nih alamatnya di bawah ini. 

Sudah jelas kan. Selamat berjuang dan semoga sukses ya?

Sabtu, 05 Januari 2019

LOMBA CERPEN TAHUN 2019

    Kali ini, saya mau membahas sebuah lomba cerita pendek yang diadakan oleh ICLA dan Rayakultura. Lomba ini hadiahnya cukup mengiurkan, 45 juta man. Memang ada 2 kategori sih: Pelajar dan Umum. Nah, untuk pelajar hadiahnya tentu lebih kecil, wong masih pelajar. Kan pelajar belum banyak keperluan dibandingkan orangtua atau orang dewasa. Oleh karena itu, bila Anda masuk kategori umum, entah itu pegawai, dosen, guru, ibu rumah tangga atau siapa pun, hadiahnya besar lho.

Untuk juara 1 saja sebesar 5juta. Terus juara 2 Rp. 3.500.000 dan juara 3 Rp. 1.500.000.

     Yang paling menyenangkan adalah juara tambahan. Meskipun tidak ada yang berharap menjadi juara harapan, namun bila pas apes, daripada tidak menang mending dapat juara harapan. Juara harapan pada lomba ini diambil sebanyak 11 karya. Lalu setiap karya diberi hadiah sebesar 750ribu. Lumayan kan? Oke,deh untuk info lebih lengkap dapat diakses pada flier berikut.
   
Lomba Cipta Cerita Pendek  Genre Sastra Hijau 2019 kali ini mengangkat tema:

MERAWAT DAN MELESTARIKAN BUMI RUMAH KITA SATU-SATUNYA

Seperti yang kutulis di atas bahwa hadiah total Rp 45 Juta. 45 Juta, men. Tidak itu saja bagi 20  Karya Cerita Pendek  Pilihan akan dibukukan. Di samping pilihan, Cerita Pendek Terbaik mendapat penghargaan ICLaw Golden Pen  Award dan Cerita Pendek   Terpilih mendapat  penghargaan ICLaw Golden Pen  Appreciation

Kegiatan ini digagas oleh  Yeni Fatmawati

Sudah penasaran mau ikut?
Lomba terbuka untuk 2 (dua)  kategori:
(A)  Tingkat   SMA/SLTA
(B) Tingkat Mahasiswa & Umum (Guru, Dosen, Pecinta/Pelestari Lingkungan dan Masyarakat Umum).

Persayaratan Lengkapnya;
  1. Peserta WNI maupun WNA  yang tinggal di Indonesia  maupun  di luar negeri. Lomba dibuka  6 Januari  2019 dan ditutup  30 Maret  2019  pukul 24.00 WIB
  2. Cerita pendek  (cerpen)  bersumber dari kisah nyata sekitar kita/pengalaman pribadi/ pemikiran idealis dan kultural (kearifan lokal) untuk memperkaya bobot  cerpen dan bisa menginspirasi serta aplikatif.
  3. Cerpen yang dilombakan  karya asli,  ditulis dalam bahasa Indonesia dan boleh menggunakan bahasa daerah atau istilah kearifan lokal di dalam dialog para tokohnya dijelaskan dalam catatan kaki (foot-note)
  4. Panjang Cerpen   antara 3.000 – 6.000 kata,  ditulis dengan huruf Times New Roman, font 12, berjarak 1,5 spasi dan margin kiri kanan rata.
  5. Setiap peserta boleh  mengirimkan maksimal 2 (dua) judul judul,  dilampiri scanning KTP atau Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa, foto pose bebas  dan Surat Pernyataan Karya Asli yang ditandatangani di atas Materai Rp 6.000,-  dikirim melalui e-mail:  cerpencintabumi@gmail.com
  6. Naskah cerpen   yang dilombakan menjadi milik Panitia Lomba  dan hak cipta milik penulisnya/cerpenisnya 
  7. Pemenang lomba diumumkan pada Hari Bumi 22 April 2019 pukul 24.00 WIB,  melalui Medsos, Press-Release,  di Website: www.iclaw.co.id dan www.rayakultura.net
  8. Jumlah Pemenang Lomba yang ditentukan oleh Dewan Juri  sebagai berikut:
  • Kategori Kategori A  pemenangnya terdiri dari Pemenang I, II dan III serta 3 (tiga) Karya Unggulan
  • Kategori C pemenangnya terdiri dari Pemenang I, II dan III serta 11 Karya Unggulan

Hadiah untuk Pemenang:

Kategori A
Pemenang I mendapat Uang Tunai  Rp 2.000.000,00 + ICLaw Golden Pen Award; Pemenang II mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,00 + ICLaw Golden Pen Appreciation; Pemenang III mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,00 + ICLaw Golden Pen Appreciation dan 3 (tiga) Karya Unggulan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 750.000,00 + ICLaw Golden Pen Appreciation

Kategori B
Pemenang I mendapat Uang Tunai Rp 5.000.000,00 + ICLaw Golden Pen Award; Pemenang II mendapat Uang Tunai Rp 3.500.000,00 + ICLaw Golden Pen Appreciation; Pemenang III mendapat Uang Tunai Rp 1.500.00,00 + ICLaw Goden Pen Appreciation dan 11 Karya Unggulan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 750.000,00 + ICLaw Golden Pen Appreciation

Catatan:
  1.  Semua hadiah dipotong pajak sesuai aturan pemerintah yang berlaku
  2. Pemenang yang karyanya dimuat dalam Antologi Cerpen Pemenang Lomba akan mendapat 1 (satu) eksemplar buku
  3. Seluruh peserta lomba akan mendapat penghargaan Piagam Peserta Lomba  dalam bentuk digital, dikirim melalui e-mail

Hum, Dewan Jurinya keren-keren; Naning Pranoto, Maman S. Mahayana, Wiyatmi, Yeni Fatmawati, Adri Darmadji Woko, Didien Pradoto, Shinta Miranda


    Nah tunggu apalagi? Mumpung masih banyak waktu kan sampai Maret tuh. Maka segera cari ide, tulis dan kirimkan. Eh, iya jangan lupa sesuaikan kriteria ya? Semoga sukses ya? 

Sabtu, 29 Desember 2018

Guru Idola

     Setelah tidak berhasil datang ke workshop, aku (kembali) datang ke bank. Penasaran saja, kenapa nasabah kok padat merayap.
Setelah memarkir sepeda motor, aku menuju pintu bank.
    Dengan sigap mbak satpam membukakan pintu. Meskipun ini bukan yang pertama tapi kalau yang membuka pintu, embak embak kok tambah Mak nyes. Eh, bukan ding itu ternyata efek AC bank. 
Mbak sekuriti tersenyum manis, aku pun membalas.
     "Mau ke mana, teller atau customer service?" tanyanya ramah.
     "Ke Teller, Mbak."
   Mbak sekuriti pun memijit mesin antrian. Teeeet. Keluarlah selembar kertas antrian. Nomor 132. Hum, cukup banyak. Dan ternyata hidupku tidak bisa jauh jauh dari angka 13. Kalau kemarin angka 134 sekarang angka 132. Jian,
Dia mengangsurkan nomor antrian.
Kuterima sambil mengucapkan banyak terimakasih. Kemudian aku membawa nomor itu sambil mencari tempat duduk. Mata kuedarkan dan tertumbuk kepada sosok ibu ibu.
Wajahnya begitu akrab. Dengan kacamata putih, seperti dulu. 10 tahun yang lalu. Oiya, aku baru ingat kalau beliau adalah guru SMA ku.
   Raut mukanya masih sama. Bersih. Masih cantik. Sedikit sekali goresan penuaan di wajahnya. Masih menawan. Masih ngangenin. Eh, enggak ding.
    Dulu beliau mengajar mapel IPS Sejarah. Beliaulah yang mengajarkan tentang sejarah dan masa lalu. Jadi kalau orang lain melupakan masa lalu tapi beliau malah nyuruh mengingat. Itulah mengapa kami, para siswanya sulit untuk move on. 

Minggu, 23 Desember 2018

Pelatihan Kok Bayar?

Ada aja sih orang yang menganggap pelatihan itu tidak perlu bayar. Bahkan dia akan sangat eman eman mengeluarkan uang untuk itu. Padahal nih ya kalau bayar itu kan lebih greget.
Coba bayangkan kalau kita bayar maka kita akan merasa sayang bila kegiatan itu kita sia siakan.

Kebalikannya, kalau tidak bayar, kita akan mendengarkan pemateri dengan santai sebab tidak bayar. Saat mempraktekkannya pun juga santai, kan tidak bayar. Terus akhir sesi, merasa tidak ada tuntutan apa apa, wong tidak bayar.

Jadi kadang saya suka heran, ketika ada orang atau siapa pun woro woro tentang pelatihan atau workshop, terus orang berbondong bondong ingin ikut. Namun ketika penyelenggara menuliskan membayar sekian ratus atau sekian juta jadi mikir. Jadi gamang. Ikut enggak, ikut enggak sampai ganti tahun.

Ada keraguan dan mungkin juga sayang untuk mengeluarkan biaya. Aku jadi geli sendiri.
Padahal kalau kita mau berpikir terbalik. Dari bayar pelatihan tersebut, kita jadi termotivasi, ini harus jadi. Syukur syukur ada sesuatu yang dihasilkan setelah pelatihan, pokoknya semacam dendam deh.

Kan sudah bayar, sayang kan kalau disia-siakan. Nah harusnya gitu.

Lagian kalau untuk beli lainnya saja tidak sayang. Masak untuk nutrisi otak masih mikir mikir. Namun ya tetap harus piroritas, jangan mentang mentang suka ilmu dan gampang punya duit terus semua diikuti. Entar jadinya tidak fokus dan malah pikirannya bercabang cabang. Kayak selingkuh gitu. #ups

Lalu pertanyaan selanjutnya, apa aku pernah ikut pelatihan yang berbayar? Eits, ya pernah dong. Sering malah. Enggak kapok? Enggak. Meskipun kadang tidak sesuai harapan kita. Yups. Kadang ikut pelatihan namun belum dapat berbuat sesuatu sesuai pelatihan tersebut.
Namun tak apa. Aku yakin kalau pertama misalnya tidak sesuai dengan tujuan kita, itu tetap saja bermanfaat bagi kita suatu saat nanti.

Mungkin secara langsung atau tidak langsung hal itu tetap bermanfaat. Yang penting kita serius, yakin deh pasti bermanfaat.

Karena jamaknya, bila tidak bayar kita sering meremehkan baik materinya maupun pembicaranya. Biasa begitu. Tapi kalau berbayar, kita biasanya lebih serius. Eh, tapi ini tergantung orangnya ding.

Nah, kalau kamu masih suka yang tidak berbayar, ya enggak papa juga sih.

Namun saranku kalau mau gratis tis tis dan dapat ilmu, ya ikut lomba saja. Kalau ikut lomba kan, biarpun tidak menang kan dapat ilmu gratis plus piknik. Halan halan.

Kamis, 13 Desember 2018

PERKAWINAN YANG IDEAL

    Tadi malam dapqt undangan menghadiri resepsi pernikahan seorang guru TK. Dia adalah guru TK anakku. Berbeda dengan resepsi pernikahan yang sudah sudah, pernikahan ini tampak berbeda.
Dari mulai undangan yang jelas tertulis 
"Tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun."
   Itu artinya apa? Artinya bahwa mereka (para pengantin) tidak menerima, baik itu kado maupun amplop. So, jarang sekali kan ada pernikahan seperti itu. Memang selayaknya begitu. Namanya juga pesta, pesta perkawinan ya idealnya syukuran, bukan cari pengembalian atau cari modal. Ups.
   Ya kalau namanya syukuran itu ya siap kehilangan uang. Siap tombok dan bermodal besar. Kalau para tamu masih memasukkan amplop atau bingkisan sekilas terkesan kita pergi ke warung. Bedanya kalau ke warung kita bayar belakangan tapi kalau resepsi kita bayar di depan. Iya benar dulu ada analoginya begitu.
Nah, setelah ada resepsi pernikahan ini analogi miring itu terbantahkan.
    Tidak banyak orang yang sanggup menjalanan pesta perkawinan tanpa bingkisan dan amplop. Bahkan masih banyak juga orang yang benar benar kaya. Namun masih menerima sumbangan. Serius. Entahlah alasannya apa.
     Aku yakin sih, bahwa orang melakukan itu (resepsi tanpa sumbangan) bukan karena dia kaya atau sudah cukup, tapi memang sudah ikhlas berbagi. Tidak takut rugi. Sehingga tidak mengharapkan sumbangan orang lain lagi. Dia hanya memberi dan bersyukur telah resmi menjadi suami istri.
Jadi siapa yang sesungguhnya orang kaya?
   Tapi itu sih masalah pribadi, suka suka yang mau mengadakan resepsi dan pernikahan. Kalau memang sudah bisa berbagi ya berbagi saja tidak perlu mengharapkan sumbangan orang lain.
   Namun ada juga yang nekad, sudah tertulis tidak menrima sumbangan, masih saja dipaksa untuk menerima. Katanya itu tanda kasih sayang. Ya, ampun. Kalau kasih sayang mbok dipeluk atau dicium saja temantennya. #eaa Bagaimanapun ini termasuk pola perkawinan yang unik, menarik dan inovatif. Perkawinan tanpa sumbangan perlu dicontoh.
Itu perkawinannya. 

   Ada juga lho model undangan perkawinan yang unik, menarik dan nyentrik. Iya, pernah ada pengantwn yang mengirmkan undangan perkawinan menggunakan google drive. Jadi link atau alamat google drive tersebut dikirm ke WA atau e-mail tamu yang diundang. Unik kan?
   Ini berbeda dengan undangan kebayakan yang masih memakai kertas tebal. Undangan tebal yang dicetak lalu disebar, tak lama kemudian dibuang dan menjadi sampah.
   Itu kalau tidak menukil ayat ayat suci Al- quran tak masalah. Tapi kalau ada tulisan ayat atau surat dalam bahasa Arab tentu tidak boleh dibuang sembarangan. Tulisan suci itu tidak boleh sembarang ditruh atau dibuang.
Nah, kalau pakai file kan lebih aman, paperless dan efesien.
   Biar pun begitu, aku masih setuju bila perkawinan mengundang banyak tamu. Kenapa? Karena menghindari syuudzon. Orang kalau dikumpulkan dan diberitahu si fulan sudah menikah dengan si A, maka terhindarlah mereka dari fitnah.
  Lagian mengumpulkan teman dan berbagi rezeki kepada orang lain tentu mendapat banyak pahala kan?
  So, siapa yang akan mengundangku lagi dengan tulisan "Tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun"

Rabu, 12 Desember 2018

RAPOT YANG BIKIN REPOT

     Hari hari ini banyak orang yang berkutat dengan angka-angka. Bahkan status yang dibuat banyak orang pun penuh dengan keluhan rapotnya menulis rapot.
       Apakah demikian susah membuat nilai rapot?
     Kalau pertanyaan itu ditanyakan kepadaku ya jelas susah dan ribet plus ting plenyit. Banyak item atau isian yang harus diisi. Itu masih mending kalau gurunya muda, energik dan cantik. Eh, kalau cantik apa yang hubungannya ya? 
     Ah, yang penting kalau guru melek IT dan sehat, tentu menulis rapot tidak seribet yang diperkirakan. Dengan catatan, dia rajin menilai setiap ada kesempatan. Jadi jangan penilaian menumpuk di akhir semester.
Itu kalau dirinya sendiri hanya guru mapel saja. Lah, kalau wali kelas?
    Nah, ini yang agak repot sebab wali kelas itu berhubungan dengan banyak orang. Ya dengan rekan guru, ya dengan wali siswa. Kalau jadi wali kelas dan rekan guru yang lain tidak trengginas dan tidak cak cek ya sudah rapot bisa molor dan terlunta lunta, enggak jelas.
    Tapi kalau semua rekan guru siap dan sigap, tentu pengisian nilai rapot tidak akan seheboh momen momen saat ini. Oiya, lupa Ding. Di samping pengisian rapot perlu kerjasama satu sekolah, juga diperlukan waktu yang banyak bagi wali kelas. Sebab wali kelas harus mengeprint berlembar-lembar raport.
     Kalau guru mapel hanya mencetak 4-8 lembar maka kalau wali kelas harus mencetak 13. Itu belum dikalikan jumlah siswa dalam satu kelas. Bisa kebayang kan berapa rim kertas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan itu semua. Enak sih kalau guru kelas menengah dan akhir tidak banyak ngeprint. Lha, kalau guru kelas awal tentu harus input data siswa yang berjibun. Maka perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam mengisi rapot.
    Sebab hilang atau kurang aware maka bisa jadi nanti diprotes wali siswa. Banyak lho wali siswa yang pintar, apalagi bila wali siswa itu seorang guru tentu sangat paham dengan kriteria penilaian dan rumus kompetensinya.
Jadi memang hari hari ini sangat melelahkan bagi semua guru k13.
     Dan bila pimpinan atau pejabat di atas belum pernah mengisi rapot maka dia tidak akan paham bagaimana ruwetnya mengisi rapot tersebut. Lalu apakah penilaian yang rumit dan sulit itu akan diperhatikan orangtua siswa? Entahlah. Jangan jangan orangtua siswa hanya memperhatikan nilai akhir, bukan per poin atau bukan per KD-nya. Hanya nilai global saja.
Kalau seperti itu, masih perlukah penilaian yang jlimet bin rumit itu? Entahlah.

Jumat, 07 Desember 2018

LOMBA BUKU PAUD

   Dari lomba yang pernah kuikuti, lomba ini yang paling aneh. Pertama diumumkan sebagai pemenang, aku merasa salut dengan panitia sebab langsung dibuat group WA. Berbeda dengan lomba yang lain, sebut saja lomba buku SD dikdas yang malah belum membuat group WA. Malah dengar-dengar belum ada kepastian kapan acara penganugerahan akan diselenggarakan.

Acara Penganugerahan Pemenang Lomba PAUD
   Tapi lomba ini berbeda, mereka gerak cepat, tas, tas tas. Cepat dan menjadi solusi bagi penunggu acara penganurehan. Namun semua berubah setseah mendekati hari H, tepatnya di bulan Desember. Ternyata keanehan mulai terasa. Dari penentuan tanggal pelaksanaan yang tidak fix. Awalnya tanggal 5, lalu mundur menjadi tanggal 6. Padahal sudah dimumkan di group WA, tanggal 5 akan diselenggarakan acara penganugerahan.
   Memang sih belum ada surat resmi namun dari panitia ada yang memastikan tanggal tersebut. Apalagi ada yang bilang surat undangan tinggal ditandatangani. Dengan informasi seperti itu, ada salah satu teman yang sudah membeli tiket kereta api dan pesan hotel. Dari curhatan teman tadi dia harus pindah kereta dan hari keberangkatan . Maka ia terpotong biaya sebesar 80ribu.Ada yang tetap berangkat meskipun belum mulai acara, hanya ingin agar tidak hilang uang tiketnya sedikit pun.
    Katanya pimpinan yang tanda tangan, tidak bisa pada hari yang ditentukan panitia jadi minta diundur satu hari. Meskipun Semua tidak ada kejelasan panitia soal tanggal, kami menurut saja. Toh, sebagai peserta kami bisa apa, kecuali manut dan manut. Itu baru tanggal yang berubah belum tempat diselenggarkan acara tersebut. Tempatnya pun berubah juga, tempatnya berpindah. 
   Aneh enggak sih, bila kita menginap di hotel Banana Inn tapi acara penganugerahan ada di Novela hotel. Yabg jaraknya kita-kita 1 km. Jadi kita harus pakai kendaraan. Emang sih panitia menyediakan transportasi. Namun itu pun bermasalah, sebab informasi selalu berubah. Awalnya kita mau dijemput pukul 8 di Banana Inn, 
Para Juara dan Penggiat PAUD
   Belum lagi orang yang gladi bersih, hanya 3 orang saja, yaitu juara 1, 2 dan 3. Katanya 3 juara e-book dan game edu yang akan maju ke panggung serta bisa berjabat tangan dengan Menteri Pendidikan. Lalu yang juara harapan? Tentu juara lainnya tidak, wong tidak masuk kriteria maju ke depan, termasuk aku yang 'hanya' juara harapan 2. 
   Parahnya lagi yang memberikan hadiah bukan Menteri Pendidikan, namun Bunda PAUD. Tahu enggak sih, bahwa awalnya yang diagendakan untuk datang adalah Bapak Presiden. Bagiku enggak masalah sih, cuma semakin ke sini kok semakin aneh. Ternyata acara anugrah pemenang PAUD itu hanya sebagai acara sisispan.
   Acara sebenarnya dan pokok adalah workhsop dan dialog. Tidak tanggung tanggung ada 7 workshsop dengan empat lebjh hotel sebagai tempat menginap dan acara. Sedangkan acara pembukaan dilaksanakan di gedung ini, di Hotel Novena, Lembang. Dengan 7 workshop dan peserta yang banyak sekali membuat gedung itu tampak semarak dan padat.
 
Juara Harapan 2
  Namun keunikan terus belangsung, di dalam acara juga ada beberapa kesalahan acara. Misalnya MC lupa mengajak para tamu untuk berdoa. Untung belum terlalu lama terlupakan, dia langsung meralat. Jadi masih bisa disusulkan. Kemudian acara anak-anak TK atau PAUD yang mau pentas, ternyata dilupakan juga. Saat acara selesai dan Pak Menteri pergi meninggalkan area, penari cilik tadi baru mau maju pentas. Lalu siapa yang mau menonton?
   Kasihan kan anak kecil, yang sudah dandan cantik dan ganteng eh tidak ada yang nonton. Tepatnya nonton tanpa antusias, lah para undangan sudah berkemas-kemas mau pergi. Ada juga sih yang di situ, bapak ibu guru yang mengambil snack dan minum. Setelah acara pembukaan tersebut selesai, dilanjutkan workshop. Berhubung workshop tentang dunia PAUD maka kami yang tidak paham PAUD, memilih kembali ke hotel Banana Inn.
   Kami bukan guru PAUD atau pemerhati PAUD jadi tentu kami tidak akan.paham tentang dunia anak anak. Apalagi pembahasan seputar dunia pendidikan anak-anak, lebih condong ke pra sekolah sehingga tidak terlalu menarik untuk diikuti, menurut kami sih. Maka kami naik mobil panitia dan diantar ke hotel kami menginap. Eh, hotel tempat teman menginap ding, sebab aku dan keluarga menginap di hotel yang lain, yaitu hotel Kytos, Jalan Setia Budi.
   Itulah pengalaman mengikuti Lomba E-Book dan Edu-game Dirjen PAUD, Kemenndikbud yang tampaknya kedodoran. Banyak program yang diselenggarakan namun tidak bisa fokus. Khususnya fokus ke peserta atau pemenang lomba. Entahlah kalau acara setahun yang lalu dengan event yang sama. Yang jelas kami kurang terakomodir dengan baik. Padahal harapannya kami difasilitasi dan diperhatikan seperti lomba-lomba yang lain.
   Mungkin ini akhir tahun sehjngga semua instansi ingin membuat laporan semua program. Sehingga program yang belum jalan segera dilaksanakan. Hal jnilah yang menyebabkan pekejaan menumpuk dan tidak terkendali dengan baik. Sebenarnya sayang bila terjadi sepeti di atas.